Menteri Inggris peringatkan dampak pemotongan dana PBB yang direncanakan Trump

Rencana pemotongan dana PBB oleh Presiden AS Donald Trump akan memiliki "efek nyata" pada program kesehatan dan bantuan untuk pengungsi perempuan dan orang-orang miskin di dunia, ungkap Alistair Burt, Menteri Inggris untuk Pembangunan Internasional dan Timut Tegah.

BY adminEdited Thu,28 Dec 2017,11:00 AM

Middle East Monitor - London

London, SPNA - Rencana pemotongan dana PBB oleh Presiden AS Donald Trump akan memiliki "efek nyata" pada program kesehatan dan bantuan untuk pengungsi perempuan dan orang-orang miskin di dunia, ungkap Alistair Burt, Menteri Inggris untuk Pembangunan Internasional dan Timut Tegah.

Kepada Huffington Post, Burt mengatakan pada hari Rabu (27/12/2017) bahwa hilangnya dana tunai akan berdampak besar pada program PBB.

Pemerintah AS mengatakan akan mengurangi pendanaannya untuk PBB sebesar $ 285 juta pada tahun depan, utusannya ke PBB mengumumkan pada hari Ahad.

Pengumuman tersebut diumumkan sesaat setelah negara-negara anggota PBB memilih untuk menolak keputusan Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel - sebuah langkah yang menarik kecaman dan protes dari seluruh dunia Arab dan Muslim.

Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 orang tersebut bertemu pekan lalu untuk sebuah pertemuan darurat untuk membahas keputusan Trump tersebut.

Burt mengatakan, ia menyadari bahwa hubungan antara PBB dan AS "telah menjadi satu tindakan yang penuh perhatian".

"Memang benar bahwa kehilangan dana, terutama di bidang kesehatan atau pendidikan, memiliki dampak yang jelas," katanya.

"Kami sangat memahami akan adanya kekhawatiran di pemerintahan Amerika tentang pendanaan kesehatan."

"Kekhawatiran yang tidak kami bagikan dan di mana kami bertekad untuk memastikan bahwa tidak akan ada efek buruk jika AS mengurangi dana pada beberapa program, terutama untuk wanita dan mereka yang membutuhkan."

"Tapi kami berharap Amerika Serikat dapat menyelesaikan masalah mereka dengan PBB karena kehadiran AS sangat penting bagi kita semua," tambahnya.

(T.RA/S: Middle East Monitor)

leave a reply
Posting terakhir