Israel bangun stasiun kereta bawah tanah di kompleks Al-Aqsa dengan nama ‘’Donald Trump’’

Al-Quds, SPNA - Menteri Transportasi Israel Yisrael Katz, Sabtu (30/12/2017) menyatakan telah melakukan penggalian terowongan....

BY adminEdited Sun,31 Dec 2017,10:38 AM

Al-Quds, SPNA - Menteri Transportasi Israel Yisrael Katz, Sabtu (30/12/2017) menyatakan telah melakukan penggalian terowongan di bawah kota tua Yerusalem untuk membangun stasiun kereta yang dinamai ‘’Donald Trump’’  dekat Tembok Buraq, atau yang dikenal dengan Tembok Ratapan dalam agama Yahudi.

Israel Katz mengatakan bahwa penamaan tersebut bertujuan untuk menghormati presiden AS yang menetapkan Al-Quds ibukota zionis Israel.

Tembok Buraq memiliki hubungan sejarah  bagi umat Islam terkait peristiwa Isra’ dan Mi’raj sementara bagi Yahudi tembok tersebut adalah bagian terahir dari kuil Sulaiman.

Terowongan dan stasiun tersebut merupakan perpanjangan jalur kereta ekspres Tel Aviv-Jerusalem yang dijadwalkan akan dibuka tahun depan.

Sebelumnya pemerintah Israel telah melakukan penggalian di bawah Masjid Al-Aqsa yang memicu protes di Palestina dan sejumlah negara-negara Arab.

Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) mengungkapkan keprihatinannya terhadap penggalian terowongan di Al-Quds.

Katz menyatakan bahwa perluasan jalur kereta antara Tel Aviv dan Al-Quds adalah proyek nasional yang paling penting.

Pemerintah Israel akan membangun terowongan sepanjang 3 kilometer dari pemukiman Bani Auma di Yerusalem ke Tembok Ratapan, di Al-Quds. 

Terowongan ini memiliki dua stasiun dengan kedalaman 52 meter di bawah tanah di persimpangan Jalan Jaaffa dan King George Street, serta  Stasiun Donald Trump di dekat Tembok Ratapan.

Tembok Ratapan adalah paling suci bagi Yahudi. Stasiun tersebut mengambil nama Donald Trump sebagai penghormatan terhadap keputusan kontroversial bahwa Al-Quds ibukota Israel.

Awal Desember lalu, Presiden AS Donald Trump menetapkan secara resmi bahwa seluruh wilayah Al-Quds adalah ibukota bagi Israel serta akan merelokasi kedubesnya ke kota suci tersebut.

AS juga dilapokan menawari Pemerintah Palestina untuk menjadikan Abu Dis Ibukota Negara menggantikan dan menyerahkan Al-Quds untuk Israel.

Keputusan Donald tersebut merupakan lampu hijau bagi zionis untuk terus mencaplok wilayah Palestina, membangun hunian ilegal di Al-Quds  yang telah dilarang Dewan Keamanan PBB serta mengurangi populasi warga Palestina di kota suci tersebut.

Deklarasi Trump tersebut menimbulkan gelombang demonstrasi di Palestina dimana 16 warga Palestina terbunuh dan lebih dari 4.000 orang terluka.

Selain itu deklarasi Trump juga menimbulkan gelombang demonstrasi di seluruh dunia serta mendapatkan respon negatif dari organisasi Yahudi ‘’Neturei Karta’’ yang menyatakan bahwa zionis bukan bagian dari Yahudi.

Kamis lalu 66 siswa Yahudi menuliskan sebuah petisi kepada pemerintah Netanyahu yang berisi menolak segala tindakan rasis dan penjajah terhadap Palestina.

Majelis Umum PBB, Kamis (21/12/2017) menetapkan sebuah resolusi dengan dukungan 128 negara bahwa status Al-Quds harus diselesaikan melalui perundingan langsung antara Palestina dan Israel, sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait. (T.RS/S:BBC)

leave a reply
Posting terakhir