Netanyahu: Jatuhnya rezim Iran membuka pintu  persahabatan antara rakyat Iran dan Israel

Tel Aviv, SPNA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Senin (1/1/2017) menyatakan dukungannya terhadap demonstransi menentang pemerintah di Iran.

BY adminEdited Tue,02 Jan 2018,10:13 AM

Tel Aviv, SPNA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Senin (1/1/2017) menyatakan dukungannya terhadap demonstransi menentang pemerintah di Iran.

Netanyahu juga menyatakan bahwa jatuhnya rezim Iran akan membuka pintu  persahabatan antara rakyat Iran dan Israel.

‘’Saya mendengar bahwa Presiden Iran, Hassan Rouhani mengklaim bahwa Israel berada di balik demonstrasi di negaranya. Pernyataan ini bukan hanya dusta, tapi  juga membuat saya tertawa, ‘’ terang Netanyahu dalam video yang diposting di Facebook.

‘’Tidak seperti Rouhani, saya tidak akan merendahkan bangsa  Iran, masyarakat Iran adalah para pemberani, mereka turun ke jalan untuk menuntut kebebasan dan keadilan yang telah hilang sejak puluhan tahun.’’

‘’Rezim Iran telah membuang miliaran dolar untuk menebar kebencian, padahal dana itu dapat digunakan untuk membangun sekolah dan rumah sakit, tidak heran jika warga Iran berdemonstrasi di jalanan,’’ tambahnya.

Netanyahu menyampaikan kritikannya disaat PM Israel itu terjerat kasus suap. Akibatnya, sekitar 10.000 warga Israel setiap Sabtu malam turun ke jalan menuntut pemakzulan Netanyahu. 

‘’Ketika rezim Iran jatuh, maka masyarakat Iran dan Israel akan kembali menjadi teman baik, saya berharap warga Iran berhasil dalam meraih kebebasan mereka,’’ timpalnya.

Sementara itu dilaporkan bahwa dua belas warga Iran tewas dalam demonstrasi yang meletus di sejumlah kota di Iran, 10 diantaranya tewas dalam bentrok yang meletus minggu malam lalu, seperti dilaporkan Associated Press. 

Sebuah klip video yang diposting di media sosial menunjukkan para demonstran berupaya menyerang kantor polisi, sementara rekaman lainnya menunjukkan demonstran melakukan demonstrasi damai bahkan menyapa petugas polisi.

Kamis lalu, demonstrasi meletus di kota Mashhad dan Kashmir akibat biaya hidup yang terlalu tinggi. Demonstrasi lalu menyebar ke berbagai penjuru Iran, termasuk ibu kota, Teheran.

Sebelumnya, sejumlah media melaporkan bahwa pemerintah menangkap 300 demonstran.

(T.RS/S:AnadoluAgency)

leave a reply