Lieberman setujui pembangunan 1.285 unit proyek konstruksi di permukiman ilegal

Al-Quds, SPNA - Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman, Rabu (10/1/2017) menyetujui pembangunan lebih dari 1.285 proyek konstruksi di 20 pemukiman ilegal di Tepi Barat.

BY adminEdited Wed,10 Jan 2018,09:40 AM

Al-Quds, SPNA - Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman, Rabu (10/1/2017) menyetujui pembangunan lebih dari 1.285 proyek konstruksi di 20 pemukiman ilegal di Tepi Barat.

Liberman diprediksi akan menyetujui pembangunan 433 unit rumah unit di Ariel, 196 di Oranit, 166 di Emmanuel dan 130 di Beitar Illit, 32 unit rumah di Hebron.

Sementara itu daftar perumahan yang masih dalam perencanaan mencakupi 499 unit di Givat Zeev, 325 unit di Kfar Adumim, 300 unit di Lembah Yordan, 227 unit di Gush Etzion, dan 168 unit di pemukiman Tsufim.

Lieberman mengatakan: ‘’Unit perumahan baru yang akan kami setujui besok di Dewan Perencanaan dan Bangunan mencakupi 1.285 unit rumah yang siap dibangun segera pada tahun 2018.’’

Lieberman juga akan meminta untuk melanjutkan rencana pembangunan 2.500 unit rumah baru di lebih dari 20 titik.

Lembaga Yahudi anti-pemukiman ilegal, Peace Now mengumumkan bahwa Israel telah menyetujui 6742 unit proyek konstruksi pada tahun 2017, jumlah ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya dimana Israel hanya menyetujui pembangunan 2.629 unit.

Desember lalu, Komite Sentral Partai berkuasa,  Likud  menuntut perwakilan partai menyetujui resolusi pembangunan bebas dan penegakan hukum di berbagai wilayah permukiman Yahudi.

Awal Desember lalu Presiden AS Donald Trump menetapkan secara resmi bahwa seluruh wilayah Al-Quds adalah ibukota bagi Israel serta akan merelokasi kedubesnya ke kota suci tersebut.

Deklarasi AS tersebut memberikan lampu hijau bagi Israel untuk terus membangun hunian ilegal di Tepi Barat.

Sebelumnya Dewan Keamanan PBB menetapkan Resolusi nomor 2334 23 Desember 2016 lalu mendesak Israel untuk mengakhiri pembangunan permukiman ilegal Israel diatas tanah yang direbut dalam perang 1967.

(T.RS/S:Maannews)

leave a reply
Posting terakhir