Laporan: Jumlah populasi Palestina tahun 2018 dua kali lipat melebihi Israel

Pusat Penelitian dan Konsultasi Al-Zaytouna, yang berbasis di ibukota Lebanon, Beirut, dalam  Laporan Strategis Palestina untuk tahun 2016 dan 2017,  Rabu (101/2017), mengatakan bahwa jumlah populasi  Palestina tahun ini akan melebihi Yahudi.

BY Rizky SyahputraEdited Wed,10 Jan 2018,10:13 AM
Laporan: Jumlah populasi Palestina tahun 2018 dua kali lipat melebihi Israel

Beirut, SPNA - Pusat Penelitian dan Konsultasi Al-Zaytouna, yang berbasis di ibukota Lebanon, Beirut, dalam  Laporan Strategis Palestina untuk tahun 2016 dan 2017,  Rabu (101/2017), mengatakan bahwa jumlah populasi  Palestina tahun ini akan melebihi Yahudi.

Laporan yang ditulis 14 peneliti Palestina tersebut, membahas situasi dalam negeri di Palestina serta tingkat populasi, ekonomi, wilayah dan tempat-tempat suci.

Laporan tersebut juga membahas situasi internal di Israel serta tingkat populasi ekonomi dan militer, serta menyoroti operasi perlawanan dan penyelesaian damai dan membahas sikap dunia Arab, Islam dan dunia internasional mengenai isu-isu di Palestina.

Tingkat populasi warga Palestina diperkirakan akan mencapai 13 juta jiwa pada awal 2018, lebih dari setengah dari jumlah tersebut tinggal di Palestina sementara sisanya di luar negeri.

Pengungsi

Laporan tersebut juga memprediksi jumlah populasi Palestina akan melebihi jumlah warga Yahudi  tahun ini dan di tahun 2022 jumlah populasi Palestina akan melebih Yahudi sekitar  300.000 jiwa.

Tiga perempat warga Palestina yang tinggal  di luar negeri berada di Yordania dan negara-negara sekitar Palestina seperti Lebanon, Suriah dan Mesir dimana jumlah pengungsi Palestina adalah yang terbesar di dunia bila dibandingkan dengan jumlah penduduk.

Sementara itu populasi Yahudi Israel pada awal 2018 berjumlah total 6,56 juta atau 45,5% dari 14,4 juta dari total populasi Yahudi di seluruh dunia dimana sekitar 800.000 pemukim Yahudi tinggal di Tepi Barat pada tahun 2017.

Selain itu jumlah imigrasi Yahudi ke Israel mencapai 25.000 orang. Jumlah tersebut mendekati jumlah warga Yahudi yang meninggalkan Israel.

 

Pendapatan per-kapita

Secara ekonomi, Pemerintah Israel Israel masih terus menguasai ekspor dan impor Pemerintah Palestina.

Sementara itu dilaporkan dimana GDP Israel 24 kali lipat melebihi Palestina. Rata-rata pendapatan per kapita warga Palestina pada tahun 2017 mencapai 3000 Dolar sementara Israel mencapai 40.000 Dolar.

Di lini perlawanan, Badan Keamanan Publik Israel (Shin Bet) mencatat 1415 serangan pada tahun 2016 dan 1267 serangan dalam 11 bulan pertama tahun 2017.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa 134 warga Palestina gugur pada tahun 2016, sementara 2017 jumlah warga yang gugur sebanyak 94 orang.

Jumlah tahanan Palestina dilaporkan mencapai 6.200 orang, 311 diantaranya adalah remaja dibawah umur, sementara 453 tahanan masih berstatus tahanan administratif tanpa sidang.

Laporan tersebut juga mencatat 900 pelanggaran terhadap Masjid Al-Aqsa selama tahun 2017 serta perluasan sekitar 90 permukiman Yahudi.

(T.RS/S:Ramallah News)

leave a reply