Bangun pemakaman Yahudi, pemerintah Israel gali terowongan bawah tanah di kota Yerusalem

Yerusalem, SPNA - Surat kabar Israel Haaretz, Rabu, (10/1/2017) mengungkapkan bahwa pemerintah Israel akan menggali terowongan besar di bawah kota Yerusalem, untuk dijadikan pemakaman Yahudi.

BY adminEdited Thu,11 Jan 2018,09:34 AM

Yerusalem, SPNA - Surat kabar Israel Haaretz, Rabu, (10/1/2017) mengungkapkan bahwa pemerintah Israel akan menggali terowongan besar di bawah kota Yerusalem, untuk dijadikan pemakaman Yahudi.

Haarezt menambahkan bahwa pembangunan pemakaman tersebut dilakukan karena angka kematian Yahudi mencapai 4.000 jiwa pertahun dimana pemakaman di kota Yerusalem tidak mampu menampung seluruhnya.  ‘’Saat ini ratusan ribu kuburan memenuhi setiap sudut bukit Yerusalem.‘’

‘’Masalah ini mendorong organisasi pemakaman Yahudi Hevra Kadisha untuk merencanakan sistem penguburan bertingkat bawah tanah sebanyak empat atau lima tingkat. ‘’

Proyek tersebut mencakup pembangunan terowongan besar untuk dijadikan pemakaman dan diprediksi akan menyelesaikan masalah pemakaman 12 hingga 14 tahun. 

Akhir bulan lalu Menteri Transportasi Israel Yisrael Katz, menyatakan telah melakukan penggalian terowongan di bawah kota tua Yerusalem untuk membangun stasiun kereta yang dinamai ‘’Donald Trump’’  dekat Tembok Ratapan.

Israel Katz mengatakan bahwa penamaan tersebut bertujuan untuk menghormati presiden AS yang menetapkan Al-Quds ibukota zionis Israel.

Terowongan dan stasiun tersebut merupakan perpanjangan jalur kereta ekspres Tel Aviv-Jerusalem yang dijadwalkan akan dibuka tahun depan.

Sebelumnya pemerintah Israel telah melakukan penggalian di bawah Masjid Al-Aqsa yang memicu protes di Palestina dan sejumlah negara-negara Arab.

Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) mengungkapkan keprihatinannya terhadap penggalian terowongan di Al-Quds.

Awal Desember lalu, Presiden AS Donald Trump menetapkan secara resmi bahwa seluruh wilayah Al-Quds adalah ibukota bagi Israel serta akan merelokasi kedubesnya ke kota suci tersebut.

AS juga dilapokan menawari Pemerintah Palestina untuk menjadikan Abu Dis Ibukota Negara menggantikan dan menyerahkan Al-Quds untuk Israel.

Keputusan Donald tersebut merupakan lampu hijau bagi zionis untuk terus mencaplok wilayah Palestina, membangun hunian ilegal di Al-Quds  yang telah dilarang Dewan Keamanan PBB serta mengurangi populasi warga Palestina di kota suci tersebut.

Deklarasi Trump tersebut menimbulkan gelombang demonstrasi di Palestina dimana 16 warga Palestina terbunuh dan lebih dari 4.000 orang terluka.

Selain itu deklarasi Trump juga menimbulkan gelombang demonstrasi di seluruh dunia serta mendapatkan respon negatif dari organisasi Yahudi ‘’Neturei Karta’’ yang menyatakan bahwa zionis bukan bagian dari Yahudi.

Kamis lalu 66 siswa Yahudi menuliskan sebuah petisi kepada pemerintah Netanyahu yang berisi menolak segala tindakan rasis dan penjajah terhadap Palestina.

Majelis Umum PBB, Kamis (21/12/2017) menetapkan sebuah resolusi dengan dukungan 128 negara bahwa status Al-Quds harus diselesaikan melalui perundingan langsung antara Palestina dan Israel, sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait. (T.RS/S:RamallahNews)

leave a reply
Posting terakhir