PA boikot kunjungan wakil presiden AS

Nabil Shaath, pembantu senior Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas, mengatakan bahwa pimpinan Palestina "bersikeras" untuk memboikot kunjungan Wakil Presiden AS Michel Pence ke wilayah tersebut, yang dijadwalkan berlangsung pekan depan, surat kabar Al-Resalah melaporkan, Selasa (09/01/2018).

BY adminEdited Thu,11 Jan 2018,09:46 AM

Middle East Monitor - Ramallah

Ramallah, SPNA - Nabil Shaath, pembantu senior Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas, mengatakan bahwa pimpinan Palestina "bersikeras" untuk memboikot kunjungan Wakil Presiden AS Michel Pence ke wilayah tersebut, yang dijadwalkan berlangsung pekan depan, surat kabar Al-Resalah melaporkan, Selasa (09/01/2018).

Dalam siaran persnya, Shaath mengatakan, "Posisi kami tidak berubah dan tidak akan berubah selama Pemerintahan AS saat ini terus bersikap bias terhadap Israel."

Ia menambahkan, "Jadwal perjalanan Pence tidak termasuk kunjungan ke Ramallah karena ia tahu bahwa ia tidak akan diterima jika memutuskan untuk berkunjung."

Pejabat PA tersebut mengatakan bahwa tindakan AS terhadap Palestina dan peringatan untuk membekukan dana UNRWA "membuktikan bahwa negara tersebut bersikap bias terhadap Israel".

Setelah pengumuman keputusan pemerintahan Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang tak terbagi, PA mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan pembicaraan dengan AS yang mengatakan bahwa Amerika telah membuktikan bahwa pihaknya bukan lagi perantara yang jujur.

(T.RA/S: Middle East Monitor)

leave a reply