Meski membunuh dan melukai remaja Palestina, seorang perwira Israel tidak diadili

Sebuah laporan hari ini menyebutkan bahwa seorang perwira militer Israel yang menembaki sebuah mobil warga sipil Palestina dan mengantarkan gugurnya seorang remaja berusia 15 tahun, tidak akan diadili.

BY adminEdited Fri,12 Jan 2018,01:05 PM

Middle East Monitor - Tepi Barat

Tepi Barat, SPNA - Sebuah laporan hari ini menyebutkan bahwa seorang perwira militer Israel yang menembaki sebuah mobil warga sipil Palestina dan mengantarkan gugurnya seorang remaja berusia 15 tahun, tidak akan diadili.

Mahmoud Badran gugur, sementara empat temannya yang lain terluka, setelah kembali dari area permandian pada malam tanggal 21 Juni 2016 silam.

Pada saat itu, militer Israel mengklaim bahwa pasukan yang sedang bertugas kala itu percaya bahwa anak-anak yang berada dalam mobil tersebut telah melemparkan batu ke arah militer Israel di Tepi Barat.

Investigasi oleh Divisi Investigasi Kriminal Polisi Militer (MPCID) kini menyimpulkan bahwa "kesalahan" itu masuk akal untuk dilakukan dalam keadaan seperti ini, terlepas dari fakta bahwa petugas tersebut melepaskan tembakan karena melanggar peraturan. Menurut Haaretz, petugas yang dimaksud adalah komandan peleton di Brigade Kfir, yang berbasis di wilayah Tepi Barat yang diduduki. Ia dan dua rekannya, sedang menuju ke Yerusalem dengan pakaian polos saat mereka melihat batu dan sepetak minyak di jalan, serta sebuah bus yang diparkir di sisinya.

Setelah berkendara ke tempat yang dicuragai tersebut, perwira dan prajurit tersebut percaya bahwa batu-batu telah dilemparkan dari sana, dan mereka kemudian melepaskan tembakan ke mobil yang melaju di jalan Route 443. Peraturan mengenai penembakan di Tepi Barat menyatakan bahwa ketika sebuah kendaraan tidak membahayakan tentara, maka tembakan harus diarahkan ke udara.

Menurut kelompok hak asasi manusia B'Tselem, "api besar" tampak pada kendaraan para remaja Palestina tersebut, terlepas dari kenyataan bahwa tidak ada indikasi bahwa penghuninya bertanggung jawab atas lemparan batu (dan bahkan jika telah terjadi, tindakan pembunuhan tersebut tidak bisa dibenarkan).

Penyelidikan MPCID juga menyimpulkan bahwa petugas tersebut tidak melihat pelaku pelemparan, dan menargetkan mobil tersebut murni karena kendaraan tersebut berada sangat dengan dari lokasi kejadian. Terlepas dari temuan semacam itu, tidak ada surat dakwaan yang diajukan terhadap petugas tersebut, bahkan meski telah menyebabkan kematian akibat kelalaian.

Pada saat itu, B'Tselem memperkirakan bahwa penyelidikan tersebut tidak akan menghasilkan apa-apa, mencela "sistem penegakan hukum militer" sebagai mekanisme "cuci tangan".

(T.RA/S: Middle East Monitor)

 

leave a reply