Fatah: Peran Washington sebagai mediator perdamaian sudah berakhir

Ramallah, SPNA - Komite Sentral Gerakan Fatah, Jum’at (12/1/2018) menegaskan bahwa deklarasi AS yang menyatakan Yerusalem ibukota bagi Israel mengakhiri peran Washington ....

BY adminEdited Sat,13 Jan 2018,09:41 AM

Ramallah, SPNA - Komite Sentral Gerakan Fatah, Jum’at (12/1/2018) menegaskan bahwa deklarasi AS yang menyatakan Yerusalem ibukota bagi Israel mengakhiri peran Washington sebagai mediator perdamaian serta menunjukkan secara nyata keberpihakannya terhadap Israel.

Hal ini disampaikan dalam pertemuan Komite Sentral Fatah sebagai persiapan untuk mengadakan pertemuan darurat Dewan Pusat Organisasi Pembebasan Palestina 14 Januari mendatang dalam rangka menentukan langkah-langkah untuk menanggapi deklarasi Washington.

Fatah juga menyerukan pembentukan komisi internasional guna  menyelesaikan isu-isu di Palestina yang didukung PBB untuk keluar dari krisis politik akibat sikap Israel yang bersikeras membangun hunian ilegal serta sikap keberpihakan AS kepada Israel.

Komite Sentral menekankan pentingnya pengakuan internasional terhadap Negara Palestina sebagai dasar mempertahankan prinsip solusi dua negara dalam  menghadapi arogansi Israel yang menolak semua langkah-langkah lembaga internasional yang bertujuan untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Awal Desember lalu AS menetapkan secara resmi bahwa seluruh wilayah Al-Quds adalah ibukota bagi Israel serta akan merelokasi kedubesnya ke kota suci tersebut.

Deklarasi Trump tersebut menimbulkan gelombang demonstrasi di Palestina dimana 16 warga Palestina terbunuh dan lebih dari 4.000 orang terluka dalam menentang deklarasi Trump.

Majelis Umum PBB, Kamis (21/12/2017) menetapkan sebuah resolusi dengan dukungan 128 negara bahwa status Al-Quds harus diselesaikan melalui perundingan langsung antara Palestina dan Israel, sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait.

(T.RS/S:RtArabic)

leave a reply
Posting terakhir