Kontak senjata di Bandara Tripoli tewaskan 20 orang dan lukai 60 lainnya

Tripoli, SPNA - Kontak senjata berdarah meletus di ibukota Libya, Tripoli, Senin, (15/1/2017) serta menewaskan sedikitnya 20 orang serta mengakibatkan ditutupnya bandara ibukota Tripoli.

BY adminEdited Tue,16 Jan 2018,10:02 AM

Tripoli, SPNA - Kontak senjata berdarah meletus di ibukota Libya, Tripoli, Senin, (15/1/2017) serta menewaskan sedikitnya 20 orang serta mengakibatkan ditutupnya bandara ibukota Tripoli.

Pemerintah berkuasa menyebutkan bahwa bentrok tersebut terjadi ketika  kelompok ektremis mencoba membebaskan rekan mereka yang ditahan di penjara dekat bandara, seperti dilaporkan Reuters.

Sebuah pesawat komersil Airbus A319 milik African Libyan Airlines, dilaporkan rusak akibat terkena terkena mortir. Empat pesawat lainnya juga  mengalami kerusakan akibat penembakan tersebut, diantaranya dua pesawat yang dioperasikan Angkatan Udara Libya dan dua pesawat Boeing 737.

Kontak senjata terjadi antara salah antara pasukan khusus RADAA Special Deterrence Force (SDF) dan kelompok ekstremis di distrik Tajoura di kota itu.

SDF  bertindak memerangi kejahatan dan terorisme serta mengendalikan keamanan  bandara dan sebuah penjara besar di dekatnya. SDF yang bersekutu dengan pemerintah Tripoli tersebut telah diserang dari waktu ke waktu oleh kelompok-kelompok lain yang bersaing.

SDF mengatakan bandara tersebut diserang oleh sebuah kelompok yang dipimpin seseorang yang disebut Bashir Al-Baqarah. Mereka masih diburu setelah melarikan diri dari penjara.

Menurut Pemerintah Rekonsiliasi Nasional, serangan tersebut telah membahayakan nyawa penumpang dan keselamatan penerbangan serta meneror masyarakat di wilayah tersebut.

Serangan ini ditujukan untuk membebaskan sejumlah anggota teroris ISIS, Al-Qaeda dan organisasi lainnya. Serangan tersebut berhasil diatasi namun sebuah operasi masih dilakukan untuk mengamankan wilayah tersebut.

Seorang pejabat kementerian kesehatan mengatakan setidaknya 20 orang tewas dalam kontak senjata tersebut sementara 60 lainnya terluka, korban termasuk warga sipil.

Tripoli telah didominasi berbagai faksi bersenjata sejak pemberontakan tahun 2011 yang menggulingkan Muammar Gaddafi.

(T.RS/S:Reuters)

leave a reply