Yordania: Israel meminta maaf atas pembunuhan 2 warga Yordania dalam insiden di kedutaan Israel

Pihak Yordania, Kamis (18/01/2018), mengatakan bahwa Israel secara resmi telah meminta maaf atas kematian dua warga Yordania yang dibunuh oleh seorang petugas keamanan Israel pada bulan Juli 2017 dalam sebuah insiden yang telah memperburuk dan menyebabkan penutupan kedutaan Israel di Amman, media pemerintah melaporkan.

BY adminEdited Fri,19 Jan 2018,08:54 AM

The National - Amman

Amman, SPNA - Pihak Yordania, Kamis (18/01/2018), mengatakan bahwa Israel secara resmi telah meminta maaf atas kematian dua warga Yordania yang dibunuh oleh seorang petugas keamanan Israel pada bulan Juli 2017 dalam sebuah insiden yang telah memperburuk dan menyebabkan penutupan kedutaan Israel di Amman, media pemerintah melaporkan.

Juru bicara pemerintah, Mohammad al Momani, seperti dikutip oleh kantor berita negara Petra, mengatakan bahwa Kementerian Luar Negeri Israel telah mengirim sebuah memorandum yang berisis tentang "penyesalan dan permintaan maafnya yang dalam" dan mengatakan pula bahwa Israel berjanji untuk mengambil langkah hukum dalam kasus tersebut.

Pihak Yordania mengatakan bahwa hal tersebut bukan berarti Israel dengan serta-merta bisa membuka kembali kedutaan besarnya di Amman, kecuali mereka telah melakukan proses hukum terhadap petugas keamanan Israel, yang melakukan pembunuhan tersebut.

Yordania berpendapat bahwa bahkan jika penjaga tersebut memiliki kekebalan diplomatik, tidak berarti dia tidak dapat dihukum.

Kedutaan Israel telah ditutup tidak lama setelah Israel memulangkan penjaga yang diberikan kekebalan diplomatik tersebut untuk mencegah otoritas Yordania menginterogasinya dan melakukan tindakan hukum terhadapnya. Demikian pula Duta Besar Israel dan staf kedutaan, semuanya dipulanhkan.

Pejabat Yordania telah memperlakukan penembakan tersebut sebagai kasus kriminal dan mengatakan bahwa kedua orang Yordania yang tidak bersenjata tersebut, telah dibunuh dengan cara yang keji oleh petugas bersenjata kedutaan Israel.

Mohammed Jawawdeh, seorang tukang kayu berusia 17 tahun yang juga bekerja di toko furnitur ayahnya di pusat kota Amman, meninggal saat melakukan pekerjaan memperbaiki dan mengganti perabotan di sebuah apartemen yang disewakan ke kedutaan Israel.

Kementerian luar negeri Israel mengatakan bahwa Jawawdeh menyerang wakil direktur keamanan kedutaan dengan obeng, yang menyebabkan petugas tersebut menembak mati remaja itu sebagai upaya membela diri. Pejabat Israel menyebut tindakan tersebut sebagai "serangan teroris".

Petugas keamanan Israel kemudian, menurut pejabat Israel, secara tidak sengaja menembak mati pemilik apartemen tersebut, seorang ahli bedah ortopedi yang terkenal terkenal Bashar Hamarneh.

(T.RA/S:The National)

leave a reply