Israel: Mortir dan pesawat tanpa awak, senjata andalan Hamas setelah terowongan bawah tanah

Jalur Gaza, SPNA - Pemerintah Israel mengatakan bahwa Gerakan Perlawanan Islam Hamas sedang mengembangkan kekuatan udara terutama pesawat tanpa awak ‘’drone’’ .....

BY adminEdited Mon,22 Jan 2018,10:35 AM

Jalur Gaza, SPNA - Pemerintah Israel mengatakan bahwa Gerakan Perlawanan Islam Hamas sedang mengembangkan kekuatan udara terutama pesawat tanpa awak ‘’drone’’ setelah menyadari bahwa terowongan bawah tanah tidak lagi efektif dalam menyerang Israel  khususnya setelah Israel menerapkan teknologi terbaru yang mampu menemukan terowongan Hamas.

Dalam perang Israel terakhir di Jalur Gaza tahun 2014, Hamas menggunakan beberapa drone namun berhasil dilumpuhkan oleh Israel.

Israel mengklaim bahwa Hamas dibawah pengawasan Iran dan Hizbullah dalam dua tahun terakhir telah mengembangkan teknologi pesawat tapa awak.

Israel mengklaim bahwa untuk menghadapi Iron Dome Israel, Hamas berupaya mencari senjata alternatif yang lebih efektif, salah satunya adalah mortir 80 mm dan 120 mm yang ditembak dari Jalur Gaza, dimana Iron Dome Israel tidak mampu melumpuhkannya.

Pilihan lain yang ingin dilakukan Hamas adalah pesawat tak berawak. Hamas mencoba menyelundupkan kerangka pesawat tersebut yang dibeli dari pasar sipil untuk kemudian dikembangkan kembali.

Otoritas bea cukai Israel yang mengandalkan informasi intelijen berhasil menggagalkan penyelundunpan kerangka pesawat tersebut dari Jalur Gaza.

Israel memberikan contoh upaya Hamas untuk mengembangkan kemampuan tempur udaranya dengan penangkapan seorang komandan Hamas yang berencana melakukan serangan dengan mengunakan glider.

Sebelumnya Mohamed Zouari yang merupakan tokoh dibalik pengembangan pesawat drone Hamas dibunuh Desember 2016 lalu dimana Mossad dituduh terlibat dalam pembunuhan tersebut.

Israel menyatakan mengetahui langkah-langkah bahwa Hamas berusaha keras untuk meningkatkan kemampuan udara sebagai alternatif menggantikan terowongan bawah tanah dalam pertempuran berikutnya dengan Israel. (T.RS/S:Maannews)

leave a reply