13 warga Palestina luka-luka dalam bentrok di Tepi Barat

Jalur Gaza, SPNA - 13 warga Palestina terluka, 6 diantaranya ditembak dengan peluru karet, dalam bentrokan dengan pasukan Israel Israel di kota Azzun timur,....

BY adminEdited Wed,24 Jan 2018,09:36 AM

Jalur Gaza, SPNA - 13 warga Palestina terluka, 6 diantaranya ditembak dengan peluru karet, dalam bentrokan dengan pasukan Israel Israel di kota Azzun timur, Qalqilya yang diduduki seperti dilaporkan Pusat Informasi Palestina, Selasa malam (23/01/2018).

Sementara itu di Hebron sejumlah warga tercekik dengan gas air mata dalam bentrokan yang terjadi di Bab al-Zawia, di pusat kota Hebron dan di kota Sair sebelah utara provinsi Hebron.

Sumber lokal mengatakan bahwa seluruh kota Hebron berpartisipasi dalam mogok masal sebagai bentuk protes atas deklarasi Presiden AS Donald Trump bahwa Al-Quds ibu kota bagi Israel serta menentang kunjungan wapres Mike Pence ke Al-Quds.

Sebelumnya, sejumlah faksi perlawanan Palestina menolak kunjungan Wapres AS ke kota Al-Quds yang diduduki. Mereka juga menyatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan sikap permusuhan dan arogansi AS dan menyatiki rakyat Palestina.

Sejak deklarasi Presiden AS Donald Trump bahwa Al-Quds ibukota bagi Israel 6 Desember lalu, konfrontasi antara warga Palestina dan pasukan Israel terjadi  hampir setiap hari dan telah menelan 19 korban jiwa dan melukai lebih dari 4 ribu lainnya.

Awal Desember lalu, Presiden AS Donald Trump menetapkan secara resmi bahwa seluruh wilayah Al-Quds ibukota bagi Israel dan akan merelokasi kedubesnya ke kota suci tersebut.

AS juga menawari Pemerintah Palestina untuk menjadikan Abu Dis Ibukota Negara  dan menyerahkan Al-Quds untuk Israel dimana hal ini ditentang oleh pemerintah Palestina.

Keputusan Donald tersebut merupakan lampu hijau bagi zionis untuk terus memperluas pengaruhnya di Al-Quds serta membangun hunian ilegal di Al-Quds  yang telah dilarang Dewan Keamanan PBB dan mengurangi populasi warga Palestina di kota suci tersebut.

Deklarasi Trump juga menimbulkan gelombang demonstrasi di Palestina dan seluruh dunia serta mendapatkan respon negatif dari organisasi Yahudi ‘’Neturei Karta’’ yang menyatakan bahwa zionis bukan bagian dari Yahudi.

Sebelumnya 66 siswa Yahudi juga menuliskan sebuah petisi kepada pemerintah Netanyahu yang berisi menolak segala tindakan rasis dan penjajah terhadap Palestina.

Majelis Umum PBB, Kamis (21/12/2017) menetapkan sebuah resolusi menentang keputusan Donald Trump dengan dukungan 128 negara. PBB menyatakan bahwa status Al-Quds harus diselesaikan melalui perundingan langsung antara Palestina dan Israel, sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait.

Senin lalu (15/1/2017)  Dewan Pusat Palestina mengumumkan, bahwa Palestina  akan menangguhkan pengakuan terhadap kedaulatan Israel sampai Israel mengakui kedaulatan Palestina di perbatasan 1967 serta menghentikan  pendudukan terhadap Yerusalem Timur dan permukiman ilegal.

Dalam sidang final Dewan Pusat Palestina di Ramallah, Komite Eksekutif PLO diberikan mandat untuk  menangguhkan pengakuan terhadap kedaulatan Israel, sebagai tanggapan atas pengakuan Presiden AS Donald Trump.

Koresponden AFP melansir bahwa 74 anggota sidang memilih resolusi tersebut, dua menentang, sementara 12 lainnya abstain.

Sidang Dewan Pusat Palestina berlangsung selama dua hari, Minggu dan Senin untuk membahas tanggapan terhadap inisiatif perdamaian Donald Trump yang menuntut Palestina menjadikan Abu Dis ibukota Israel, serta menyerahkan kedaulatan Al-Quds kepada Israel.

Abbas juga menolak menjadikan AS mediasi perundingan damai dengan Israel, serta menuduh Israel telah melanggar perjanjian perdamian Oslo tahun 1993.

(T.RS/S:Palinfo)

leave a reply