Israel lancarkan serangan di Jenin, "Ghost of Jenin" gugur

Tepi Barat, SPNA - Selasa (06/02/2018), pasukan Israel menembak mati Ahmed Nasser Jarrar, yang oleh Israel dianggap sebagai tersangka pelaku serangan balasan yang ....

BY adminEdited Wed,07 Feb 2018,10:48 AM

Tepi Barat, SPNA - Selasa (06/02/2018), pasukan Israel menembak mati Ahmed Nasser Jarrar, yang oleh Israel dianggap sebagai tersangka pelaku serangan balasan yang menyebabkan seorang pemimpin pemukim tewas di pos terdepan Havat Gilad bulan lalu, media Isral Haaretz telah melaporkan.

Ahmad Nasr Jarrar adalah pemuda dua pulu tahunan asal Burqin, Jenin, dan telah menjadi sumber inspirasi bagi pemuda Palestina untuk terus melakukan perlawanan terhadap pendudukan Israel. Ahmed, yang dikenal sebagai "Ghost of Jenin" karena berhasil lolos dari kejaran pasukan Israel selama sebulan terakhir, gugur di desa Yamun di Tepi Barat. Menurut militer Israel, pasukan keamanan mengepung rumah di desa tempat Jarrar tinggal dan meluncurkan rudal di bangunan tersebut. Pasukan teknik tempur kemudian mulai menghancurkan rumah tersebut dengan buldozer untuk menekannya agar meninggalkan bangunan itu. Ia pun tertembak saat keluar.

Setelah kematiannya, beberapa orang Palestina ditangkap karena diduga membantunya bersembunyi di desa tersebut. Dua orang Palestina terluka setelah ditembak dengan peluru logam berlapis karet dalam bentrokan dengan tentara Israel menurut, Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan.

Brigade Qassam dan Jihad Islam menyebut Jarrar sebagai sang martir, sementara gerakan Ahrar dan Front Populer untuk Pembebasan Palestina memujinya karena telah berhasil lolos dari penangkapan dalam waktu yang begitu lama. Upaya Israel untuk melumpuhkannya justru menjadi motivasi bagi pemuda lainnya untuk melakukan aksi penolakan terhadap pendudukan.

Jarrar adalah orang ketiga yang terbunuh setelah terjadi serangan di permukiman. Bulan lalu, pasukan keamanan menggerebek sebuah rumah dan membunuh sepupu Ahmed, Ismail Muhammed Jarrar. Pasukan Israel menegaskan bahwa Ismail telah mencoba menembak tentara pendudukan; namun keluarganya membantah tuduhan tersebut.

Pada hari Sabtu, pasukan Israel juga menggerebek desa Burqin - rumah keluarga Jarrar - sebanyak tiga kali dalam waktu kurang dari 24 jam. Dalam salah satu penggerebekan, yang disertai dengan bulldozer dan pesawat tak berawak, tentara Israel mengepung rumah dan mendesak Ahmed untuk "menyerah". Mereka selanjutnya menghancurkan dua gudang pertanian dan membunuh Ahmad Samir Obaid, remaja berusia 19 tahun, dengan dengan melepaskan tembakan di kepalanya.

Pemerintah Israel juga telah melegalkan pos pendudukan bagi 50 keluarga Havat Gilad, dimana Rabbi Meir Goldmintz tinggal, sebagai pembalasan atas serangan tersebut.

"Perlu kami perjelas bahwa setiap pembunuhan akan dibalas dengan penyelesaian konstruksi. Mengatur status Havat Gilad dan bangunan di sana adalah harga paling menyakitkan yang bisa dilakukan Israel untuk mencegah teroris melakukan serangan berikutnya," kata Menteri Pendidikan Naftali Bennett saat mengadvokasi keputusan tersebut.

Rabbi Goldmintz juga merupakan advokat yang kuat untuk pembangunan permukiman di tanah Palestina pribadi.

Dalam artikel untuk situs berita pro-pemukim Arutz7 tahun lalu, Goldmintz menulis, "Jika seorang Arab bersedia menjual (tanah), kami akan setuju untuk membeli tanah mereka itu, tapi bila tidak mungkin untuk membeli, undang-undang yang asli menunjukkan bahwa tanah tersebut adalah milik kami dan kami harus melepaskannya dari hak kekal kami untuk Tanah Israel."

Semua permukiman di Tepi Barat ilegal menurut hukum internasional dan telah diakui sebagai hambatan utama bagi perdamaian di kawasan ini oleh PBB dan masyarakat internasional.

(T.RA/S: Middle East Monitor)

leave a reply
Posting terakhir