Trump 'tidak yakin' Israel mencari perdamaian dengan warga Palestina

Washington D.C, SPNA - Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam sebuah wawancra yang disiarkan pada hari Ahad (11/02/2018) bahwa ia “tidak yakin” Israel akan menempuh kesepakatan damai dengan orang-orang Palestina.

BY adminEdited Mon,12 Feb 2018,11:46 AM

Washington D.C, SPNA - Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam sebuah wawancra yang disiarkan pada hari Ahad (11/02/2018) bahwa ia “tidak yakin” Israel akan menempuh kesepakatan damai dengan orang-orang Palestina.

Trump, yang berbicara dengan media pro-Netanyahu, Israel Hayom, mencatat bahwa sementara hubungan AS-Israel "hebat", perdamaian dengan Palestina akan membuat mereka "jauh lebih baik".

"Saat ini, saya akan mengatakan bahwa orang-orang Palestina tidak ingin berdamai. Mereka tidak ingin berdamai," kata Trump dalam wawancara dengan media sayap kanan tersebut.

"Dan saya belum tentu yakin bahwa Israel ingin berdamai. Jadi kita hanya perlu melihat apa yang terjadi."

Trump juga mengungkapkan keprihatinannya tentang permukiman Israel, meski pemerintahannya telah jauh kurang kritis terhadap permukiman daripada pendahulunya, Barack Obama.

Duta besar Trump untuk Israel, David Friedman, adalah pendukung setia permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki.

"Permukiman adalah sesuatu yang sangat koplet da menyulitkan dicapainya perdamaian, jadi saya pikir Israel harus sangat berhati-hati dengan permukiman," katanya.

Trump mengatakan bahwa dia bermaksud untuk membawa orang-orang Israel dan Palestina ke "kesepakatan akhir" yang akan menyelesaikan konflik yang telah berlangsung selama beberapa dekade, namun dalam wawancara dia mempertanyakan apakah perundingan mungkin dicapai untuk saat ini.

"Saya tidak tahu secara pasti apakah kita akan melakukan pembicaraan, kita akan melihat apa yang terjadi, tapi saya pikir ini sangat bodoh bagi orang-orang Palestina dan saya juga berpikir akan sangat bodoh bagi orang Israel jika mereka tidak melakukan kesepakatan," kata Trump.

"Ini satu-satunya kesempatan kami dan itu tidak akan pernah terjadi setelah ini."

Hubungan antara Washington dan Palestina menjadi semakin kuat sejak keputusan Trump pada bulan Desember yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan Amerika di sana.

Para pemimpin Palestina mengatakan bahwa tidak akan ada pembicaraan dengan pemerintah AS sampai keputusan mengenai kota yang mereka lihat sebagai modal mereka dibalik.

Trump juga menahan puluhan juta dolar dari UNRWA, badan PBB untuk pengungsi Palestina.

(T.RA/S:Al Araby)

leave a reply