Menlu Palestina: ada 3 tokoh zionis yang mempengaruhi keputusan AS terkait Palestina

Ramallah, SPNA - Menteri luar negeri Palestina, Riyad al-Maliki, mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak dapat memainkan peran tunggal sebagai mediator dalam perundingan damai.

BY adminEdited Wed,14 Feb 2018,09:39 AM

Ramallah, SPNA - Menteri luar negeri Palestina, Riyad al-Maliki, mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak dapat memainkan peran tunggal sebagai mediator dalam perundingan damai.

Selain itu Maliki mengungkapkan bahwa kebijakan Washington terhadap Palestina dipengaruhi 3 tokoh Zionis.

Maliki dalam wawancara dengan stasiun TV Russian Times, Selasa (13/02/2018) mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak bisa menjadi satu-satunya mediator dalam proses perdamaian namun kami juga tidak dapat sepenuhnya mengecualikan Washington.

Maliki menjelaskan bahwa langkah pemerintah AS yang mendukung Israel mengalihkan AS dari pihak yang netral menjadi pihak yang berpihak kepada Israel. Maliki juga menerangkan bahwa Rusia dapat menjadi mediator perundingan damai.

‘’Kami merasakan keinginan pemimpin Rusia untuk berkontribusi dalam mendekatkan pandangan antara kami dan pihak Israel.’’

Maliki menjelaskan bahwa ada 3 tokoh Yahudi zionis yang mengendalikan pengambilan keputusan AS terkait Palestina.

Sebelumnya, menteri luar negeri Palestina mengatakan bahwa negaranya siap untuk mengadakan perundingan langsung dengan Israel.

Awal Desember lalu, Presiden AS Donald Trump menetapkan secara resmi bahwa seluruh wilayah Al-Quds ibukota bagi Israel dan akan merelokasi kedubesnya ke kota suci tersebut dimana hal ini membuat hubungan Palestina dan AS tegang.

Langkah AS tersebut ditentang oleh Majelis Umum PBB, Kamis (21/12/2017) yang menetapkan sebuah resolusi menentang keputusan Donald Trump dengan dukungan 128 negara. PBB menyatakan bahwa status Al-Quds harus diselesaikan melalui perundingan langsung antara Palestina dan Israel, sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait.

Senin lalu (15/1/2017)  Dewan Pusat Palestina mengumumkan, bahwa Palestina  akan menangguhkan pengakuan terhadap kedaulatan Israel sampai Israel mengakui kedaulatan Palestina di perbatasan 1967 serta menghentikan  pendudukan terhadap Yerusalem Timur dan permukiman ilegal.

Abbas juga menolak menjadikan AS mediator perundingan damai dengan Israel, serta menganggap peran AS dalam perundingan damai Palestina telah berakhir, Akibatnya AS mengancam memutuskan bantuan kemanusiaan kepada Palestina.

(T.RS/S:RtArabic)

leave a reply