Putin dan Trump bahas persoalan Timur Tengah

Moskow, SPNA - Presiden Vladimir Putin mengatakan kepada pemimpin Palestina Mahmoud Abbas bahwa ia membahas proses perdamaian Arab-Israel selama percakapan telepon dengan mitranya dari AS Donald Trump, media Rusia melaporkan.

BY adminEdited Wed,14 Feb 2018,01:03 PM

Moskow, SPNA - Presiden Vladimir Putin mengatakan kepada pemimpin Palestina Mahmoud Abbas bahwa ia membahas proses perdamaian Arab-Israel selama percakapan telepon dengan mitranya dari AS Donald Trump, media Rusia melaporkan.

Putin menyampaikan ucapan tersebut saat bertemu dengan Abbas pada Senin malam (12/02/2018), TASS melaporkan. "Saya baru saja melakukan percakapan telepon dengan Presiden Amerika Serikat, Trump," kata Presiden Rusia tersebut.

"Tentu saja, kami juga berbicara tentang penyelesaian (konflik) Israel-Palestina," katanya, menambahkan bahwa Trump menginginkan "yang terbaik."

Memulai pembicaraan bilateral dengan Abbas, Putin menggarisbawahi "kedalaman dan kualitas" hubungan Rusia-Palestina, menambahkan masih banyak yang harus dilakukan. "Situasi di wilayah ini jauh dari yang ingin kita lihat," katanya, menambahkan bahwa Rusia selalu mendukung rakyat Palestina. Dia mengatakan bahwa ia telah mengangkat masalah tersebut dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam sebuah kunjungan baru-baru ini.

Abbas mengatakan bahwa karena tindakan Amerika baru-baru ini, terutama pengakuan mereka atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel, Washington telah dikesampingkan sebagai mediator yang dapat dipercaya di mata orang-orang Palestina.

Dalam pembicaraan tersebut, Palestina diwakili oleh Menteri Luar Negeri Riad Malki dan Menteri Urusan Sipil Hussein al-Sheikh, sementara Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan pembantu presiden Yuri Ushakov juga hadir.

Sebelumnya pada hari Senin, konflik tersebut telah dibahas oleh Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi dan Sekretaris Negara AS Rex Tillerson. Mesir mengatakan bahwa AS harus memulai kembali perundingan antara Israel dan Palestina, menurut kantor berita resmi Palestina, WAFA.

Juru bicara kepresidenan Bassam Rady mengatakan bahwa Sisi menegaskan, "Sikap Mesir yang jelas dan tak tergoyahkan untuk mencapai solusi yang adil dan komprehensif yang menjamin hak rakyat Palestina dan pembentukan sebuah negara merdeka dengan ibukotanya di Yerusalem Timur sesuai dengan perbatasan bulan Juni 1967 yang sesuai dengan resolusi internasional."

Tillerson bertemu Sisi sebelum melanjutkan kunjungan regionalnya di Asia barat.

Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry mengatakan bahwa dia dan Tillerson telah "membahas bagaimana mencapai solusi untuk konflik Israel-Palestina berdasarkan sebuah solusi dua negara dan pentingnya mempertahankan usaha AS untuk mencapai penyelesaian akhir ini."

Seperti presiden AS yang lalu, Trump tahun lalu menyatakan keinginan untuk menemukan solusi terhadap konflik 70 tahun - terlepas dari apakah itu berarti solusi "satu negara" atau "dua negara".

Namun pada tanggal 6 Desember tahun lalu, Trump melemparkan proses perdamaian ke dalam kekacauan saat dia mengumumkan pengakuan resmi Washington atas klaim Israel atas Yerusalem sebagai ibukotanya.

Palestina mengklaim Yerusalem Timur yang diduduki Israel sebagai ibukota negara merdeka di masa depan, meskipun permukiman Israel - yang bertentangan dengan resolusi PBB - secara bertahap mencaplok kota dan pinggiran kota.

Bulan lalu Abbas dan Dewan Pusat Organisasi Pembebasan Palestina mengatakan bahwa mereka akan berhenti mengakui peran AS sebagai perantara perdamaian - atau Israel sebagai negara Yahudi saja. Dalam beberapa hari Washington mengumumkan pemotongan dana untuk badan pengungsi PBB UNRWA - namun mengklaim bahwa tindakan tersebut bukanlah sebuah hukuman.

(T.RA/S: The Duran)

leave a reply