Pasca blokade Israel, 80% warga Gaza hidup dibawah garis kemiskinan

Jalur Gaza, SPNA - Komite Rakyat Palestina di Jalur Gaza, Jumat (09/02/2018) melaporkan bahwa separuh penduduk Jalur Gaza hidup dengan bantuan kemanusiaan, ...

BY adminEdited Thu,15 Feb 2018,10:30 AM

Jalur Gaza, SPNA - Komite Rakyat Palestina di Jalur Gaza, Jumat (09/02/2018) melaporkan bahwa separuh penduduk Jalur Gaza hidup dengan bantuan kemanusiaan, dimana persentasi kemiskinan mencapai 80% akibat blokade yang diberlakukan Israel terhadap Gaza sejak 2007 silam.

Komite Rakyat Palestina dalam laporannya seperti dilansir AnadoluAgency, menambahkan bahwa 50% warga Gaza menjadi pengangguran akibat blokade.

Lembaga non-pemerintah tersebut juga menyerukan masyarakat internasional dan negara-negara Arab untuk menjalankan tanggung jawab hukum, moral dan kemanusiaan dengan membantu Gaza.

Lembaga tersebut memperingatkan bahwa situasi kemanusiaan di Jalur Gaza semakin memburuk serta membutuhkan bantuan dunia internasional.

‘’Blokade Israel terhadap Gaza bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional serta memberikan pengaruh negatif terhadap seluruh aspek kehidupan bagi dua juta warga Gaza, ‘’ tambahnya.

Disebutkan bahwa Israel telah memberlakukan blokade darat dan laut di Jalur Gaza sejak Hamas memenangkan pemilu tahun 2006 silam. Blokade tersebut kondisi kehidupan  di Gaza memburuk.

Sebelumnya Sekjen PBB Antonio Guterrez dalam sidang Komite HAM Palestina di PBB, Senin (05/02/2018) memperingatkan bahwa Gaza akan menjadi wilayah tak layak huni pada tahun 2020.

 ‘’Situasi kemanusiaan dan ekonomi di Jalur Gaza masih sangat buruk, PBB memperkirakan Gaza akan menjadi wilayah tak layak huni pada tahun 2020 jika tindakan nyata tidak segera diambil untuk memperbaiki layanan dan infrastruktur di wilayah tersebut,’’ terangnya. 

‘’Krisis di Gaza disebabkan blokade oleh Israel. Akibatnya sekitar 2 juta warga Gaza tinggal di bangunan-bangunan roboh dengan listrik yang tidak memadai dan kemerosotan ekonomi serta air yang tercemar. ‘’

‘’Blokade yang diberlakukan Israel sejak 13 tahun lalu telah melumpuhkan kehidupan di Gaza. Menurut statistik resmi terbaru, angka kemiskinan di Gaza mencapai sekitar 80%, sementara tingkat pengangguran mencapai 50%.’’

Guterres menekankan bahwa tidak ada alternatif lain dalam menyelesaikan konflik Palestina-Israel selain solusi dua negara.

Guterres juga mendesak masyarakat internasional berkontribusi dalam solusi dua negara serta menangani krisis di Palestina sesuai resolusi PBB terkait.

Bulan lalu, Pemerintah AS yang dipimpin Donald Trump membekukan  65 juta Dolar dari  125 juta Dolar anggaran bantuan AS untuk  UNRWA.

Situasi ini membuat keuangan UNRWA yang bertugas membantu pengungsi Palestina terancam.

Disebutkan UNRWA memberikan layanan kemanusiaan sekitar 5,9 juta warga Palestina di Tepi Barat, Jalur Gaza, Yordania, Lebanon dan Suriah.

(T.RS/S:AnadoluAgency)

leave a reply
Posting terakhir