Menlu Oman di Ramallah: Kemerdekaan Palestina membantu mengakhiri kekerasan di Timur Tengah

Ramallah, SPNA - Menteri Luar Negeri Oman Yousuf bin Alawi mengkritik negara-negara internaisonal karena tidak serius mendukung kemerdekaan Palestina ....

BY adminEdited Thu,15 Feb 2018,10:33 AM

Ramallah, SPNA - Menteri Luar Negeri Oman Yousuf bin Alawi mengkritik negara-negara internaisonal karena tidak serius mendukung kemerdekaan Palestina serta menegaskan bahwa kemerdekaan Palestina akan mengakhiri kekerasan di Timur Tengah. 

Hal ini disampaikan Alawi dalam pertemuan dengan Sekretaris Komite Eksekutif PLO, Saeb Erekat dan anggota Komite Sentral gerakan Fatah, Muhammad Ashtiyeh, Rabu malam (14/02/2018) di Ramallah.

Berdasarkan laporan Anadolu Agency, kunjungan tersebut adalah perdana bagi Menteri Luar Negeri Kesultanan Oman ke Palestina.

Alawi menegaskan kemerdekaan Palestina akan membantu mengakhiri kekerasan di Timur Tengah. Selain itu keputusan Presiden AS Donald Trump yang menetapkan Al-Quds sebagai ibu kota Israel dapat menggagalkan solusi damai.

‘’Kami mengalami kesulitan tapi kami merasa puas dengan sikap Palestina,’’ tegasnya.

Sementara itu Sekretaris Komite Eksekutif PLO, Saeb Erekat dalam sambutannya mengatakan bahwa kunjungan Menlu Oman ke Ramallah adalah langkah berani. ‘’Menteri Alawi datang untuk mempertahankan hak dan kehormatan Palestina.’’

Erakat juga memuji sikap Sultan Oman, Qaboos bin Said yang senantiasa mendukung perjuangan Palestina.

Bin Alawi tiba di wilayah Palestina pada hari Rabu dalam kunjungan resmi yang berlangsung selama tiga hari, di mana dia akan bertemu dengan Presiden Mahmoud Abbas serta Perdana Menteri Rami Hamdallah.

Kedua pihak dijadwalkan akan membahas keputusan pemerintah AS terkait kota Al-Quds.

Awal Desember lalu, Presiden AS Donald Trump menetapkan secara resmi bahwa seluruh wilayah Al-Quds ibukota bagi Israel dan akan merelokasi kedubesnya ke kota suci tersebut dimana hal ini membuat hubungan Palestina dan AS tegang.

Langkah AS tersebut ditentang oleh Majelis Umum PBB, Kamis (21/12/2017) yang menetapkan sebuah resolusi menentang keputusan Donald Trump dengan dukungan 128 negara. PBB menyatakan bahwa status Al-Quds harus diselesaikan melalui perundingan langsung antara Palestina dan Israel, sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait.

Senin lalu (15/1/2017)  Dewan Pusat Palestina mengumumkan, bahwa Palestina  akan menangguhkan pengakuan terhadap kedaulatan Israel sampai Israel mengakui kedaulatan Palestina di perbatasan 1967 serta menghentikan  pendudukan terhadap Yerusalem Timur dan permukiman ilegal.

Abbas juga menolak menjadikan AS mediator perundingan damai dengan Israel, serta menganggap peran AS dalam perundingan damai Palestina telah berakhir, Akibatnya AS mengancam memutuskan bantuan kemanusiaan kepada Palestina.

(T.RS/S:AnadoluAgency)

leave a reply
Posting terakhir