Dituduh masuki area terlarang, Israel tembak 3 nelayan Gaza

Jalur Gaza, SPNA - Militer Israel dalam pernyataan resmi mengatakan  telah menembak mati seorang nelayan Palestina serta melukai dua lainnya di Laut Gaza .....

BY adminEdited Mon,26 Feb 2018,09:49 AM

Jalur Gaza, SPNA - Militer Israel dalam pernyataan resmi mengatakan  telah menembak mati seorang nelayan Palestina serta melukai dua lainnya di Laut Gaza dengan alasan bahwa mereka memasuki area terlarang.

Dalam pernyataan yang dilansir Maannews, Minggu (25/02/2018) militer Israel mengatakan: “Perahu yang membawa 3 nelayan tersebut melewati batas yang dibolehkan untuk menangkap ikan. Akibatnya, angkatan laut mengambil tindakan sesuai instruksi diantaranya memberikan tembakan peringatan ke udara lalu menembak perahu tersebut. Akibatnya 1 nelayan gugur dan 2 lainnya kristis dan telah dilarikan ke rumah sakit. ‘’

Tentara Israel mengumumkan akan melakukan penyelidikan atas kasus tersebut serta menahan 2 korban untuk diinterogasi.

Lembaga Nelayan Gaza melaporkan bahwa pasukan pendudukan Israel menembak perahu tersebut dalam perjalanan kembali ke pelabuhan Gaza.

Menyusul penembakan itu, kapten Nelayan Gaza, Nezar Ayash mengumumkan penangguhan pencarian ikan selama dua hari. 

Hal ini dilakukan untuk memprotes penembakan terhadap 3 nelayan yang bernama Ismail Abu Salih, (18 tahun), Mahmud Adel Abu Riala ( 18 tahun),  serta Hassan Abu Ali ( 26 tahun).

Disebutkan bahwa Israel memberlakukan blokade terhadap Gaza baik darat laut dan udara dimana mereka hanya diberikan area sempit untuk mencari ikan di laut.

Sebelumnya Sekjen PBB Antonio Guterrez dalam sidang Komite HAM Palestina di PBB, Senin (05/02/2018) memperingatkan bahwa Gaza akan menjadi wilayah tak layak huni pada tahun 2020.

 ‘’Situasi kemanusiaan dan ekonomi di Jalur Gaza masih sangat buruk, PBB memperkirakan Gaza akan menjadi wilayah tak layak huni pada tahun 2020 jika tindakan nyata tidak segera diambil untuk memperbaiki layanan dan infrastruktur di wilayah tersebut,’’ terangnya. 

‘’Krisis di Gaza disebabkan blokade oleh Israel. Akibatnya sekitar 2 juta warga Gaza tinggal di bangunan-bangunan roboh dengan listrik yang tidak memadai dan kemerosotan ekonomi serta air yang tercemar. ‘’

‘’Blokade yang diberlakukan Israel sejak 13 tahun lalu telah melumpuhkan kehidupan di Gaza. Menurut statistik resmi terbaru, angka kemiskinan di Gaza mencapai sekitar 80%, sementara tingkat pengangguran mencapai 50%.’’

Bulan lalu, Pemerintah AS yang dipimpin Donald Trump membekukan  65 juta Dolar dari  125 juta Dolar anggaran bantuan AS untuk  UNRWA.

Situasi ini membuat keuangan UNRWA yang bertugas membantu pengungsi Palestina terancam.

Disebutkan UNRWA memberikan layanan kemanusiaan sekitar 5,9 juta warga Palestina di Tepi Barat, Jalur Gaza, Yordania, Lebanon dan Suriah.

(T.RS/S:Maannews)

leave a reply