Surat kabar Inggris: ISIS muncul kembali secara tiba-tiba di Irak dan Suriah

Jalur Gaza, SPNA - Koran Inggris The Independent, Rabu (07/03/2018)  melaporkan bahwa unsur-unsur ISIS secara tiba-tiba muncul kembali di daerah-daerah yang telah diusir di Suriah dan Irak serta melakukan serangan mengejutkan di wilayah tersebut.

BY adminEdited Thu,08 Mar 2018,10:49 AM

Jalur Gaza, SPNA - Koran Inggris The Independent, Rabu (07/03/2018)  melaporkan bahwa unsur-unsur ISIS secara tiba-tiba muncul kembali di daerah-daerah yang telah diusir di Suriah dan Irak serta melakukan serangan mengejutkan di wilayah tersebut.

Laporan yang ditulis oleh Patrick Cockburn tersebut, mengacu pada operasi ISIS  baru-baru ini di sejumlah wilayah di Suriah dan Irak.

Cockburn menjelaskan bahwa ISIS tidak akan kembali muncul dengan  kekuatan lama mereka setelah mereka menderita kekalahan besar dalam perang serta kurangnya dukungan dari pihak luar.

Namun ISIS masih dapat melakukan hasutan, karena kebanyakan warga Surah di Raqqa dan Mosul dicurigai mendukung organisasi teroris tersebut.

Misalnya, di Deir al-Zour, ISIS melancarkan serangan mendadak ke kelompok militan Kurdi di Qamishli. Di kota Hasaka, ISIS meledakkan bom mobil yang menewaskan 4 orang.

Di Raqqa, sebuah rumor beredar bahwa ISIS membangun kekuatannya  dan dapat meyerang kapanpun.

Cockburn juga menjelaskan bahwa serangan Turki terhadap di Afrin, Suriah utara bertujuan untuk mengaktifkan kembali organisasi tersebut.

‘’Saat ini diduga kuat ISIS mengambil tindakan untuk melindungi beberapa komandannya yang berpengalaman serta mempersiapkan tempat persembunyian dan senjata untuk mereka di gurun, hal ini yang membuat kelompok teroris tersebut dapat bertahan antara 2007 dan 2011, sebelum mereka muncul kembali di waktu yang tepat, ‘’ tutupnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Irak Haidar Al-Abbadi, Sabtu (09/12/2017) mengumumkan bahwa perang melawan ISIS secara resmi berakhir setelah tiga tahun.

Hal ini disampaikan setelah pemimpin operasi gabungan Irak mengkonfirmasi berhasil membebaskan wilayah Irak dari tangan ISIS.

‘’Iraq telah berhasil memperketat kontrol atas perbatasan internasional Irak-Suriah dari pelabuhan Al-Walid ke pelabuhan Rabia,’’tambahnya.

Tahun 2014 lalu ISIS menguasai sejumlah wilayah-wilayah utara dan barat ibukota Baghdad serta mendeklarasikan ‘’Negara Khilafah’’.

Pemerintah Irak dibantu koalisi yang dipimpin AS, berhasil menetralisir pengaruh ISIS dan merebut kembali wilayahnya.

(T.RS/S:RTArabic)

leave a reply