Pejabat militer Israel: Wilayah utara dan selatan terancam serangan rudal mematikan

Tel Aviv, SPNA - Seorang perwira senior miiter Israel mengatakan bahwa pihak keamanan Israel sangat khawatir dengan serangan roket yang dimiliki Hamas dan Hizbullah.

BY adminEdited Tue,13 Mar 2018,09:54 AM

Tel Aviv, SPNA - Seorang perwira senior miiter Israel mengatakan bahwa pihak keamanan Israel sangat khawatir dengan serangan roket yang dimiliki Hamas dan Hizbullah.

Perwira yang tidak disebutkan namanya tersebut mengatakan kepada surat kabar Israel, Walla Senin (12/03/2018)  bahwa IDF sedang bersiap untuk menghadapi rudal jarak jauh serta memasang sistem peringatan di wilayah yang disasar.

Wilayah yang masuk dalam ancaman rudal berada 40 kilometer di utara dan selatan dari perbatasan wilayah yang diduduki.

‘’Jenis rudal yang menjadi ancaman utama bagi Israel  adalah roket Grad yang dimiliki Hizbullah dan Hamas dalam jumlah besar serta dan organisasi bersenjata lainnya di Jalur Gaza dan semenanjung Sinai.’’

Selain Grad, Israel juga khawatir dengan rudal jarak jauh buatan Iran, ‘’Volcano’’ yang berisi setengah ton bahan peledak.

Sebelumnya seorang pejabat militer mengatakan bahwa Hamas memiliki lebih dari 15.000 roket, 1.000 diantaranya rudal jarak jauh yang dapat menjangkau wilayah Gush Dan dan Haifa.

 

Menurutnya, Hamas juga memiliki kemampuan militer yang lebih kuat dari sebelum perang 2014, dimana gerakan tersebut melakukan pengembangan kemampuan mereka  siang dan malam sejak akhir perang pada tahun 2014 lalu.

Disebutkan bahwa tentara Israel akan memulai latihan militernya di seluruh willayah untuk meningkatkan tingkat kesiagaan serangan udara.

Sebelumnya kepala Komando Eropa Angkatan Darat AS, Jenderal Curtis Scaparrotti  dalam pertemuannya dengan Jenderal Gadi Eizenkot menegaskan bahwa Amerika Serikat  berkomitmen untuk melindungi Israel.

Scaparotti tiba di Israel pada hari Jumat dalam rangkan mengawasi latihan gabungan ‘’Juniper Cobra 2018’’, yang melibatkan ribuan tentara AS dan Israel selama beberapa minggu.

Sebelumnya Channel 10 Israel melaporkan bahwa Israel dan Amerika Serikat menyelenggarakan latihan militer gabungan di Israel selatan selama dua minggu.

 (T.RS/S:RtArabic)

leave a reply
Posting terakhir