Peringati hari paskah, warga Yahudi tuntut umat Islam jauhi Al-Aqsa Jum’at mendatang

Al-Quds, SPNA - Organisasi Yahudi radikal, ‘’Haikal Sulaiman’’, Selasa (27/03/2018)  meminta agar umat Islam untuk menjauhi Masjid Al-Aqsa pada hari Jumat mendatang dalam agar pemeluk Yahudi dapat merayakan hari paskah di dalam kompleks Al-Aqsa.

BY 4adminEdited Wed,28 Mar 2018,10:40 AM

Al-Quds, SPNA - Organisasi Yahudi radikal, ‘’Haikal Sulaiman’’, Selasa (27/03/2018)  meminta agar umat Islam untuk menjauhi Masjid Al-Aqsa pada hari Jumat mendatang dalam agar pemeluk Yahudi dapat merayakan hari paskah di dalam kompleks Al-Aqsa.

Anggota kelompok tersebut memasang sejumlah poster di Masjid Al-Aqsa dan gerbangnya guna menuntut umat Islam mengosongkan Al-Aqsa Jum’at mendatang, seperti dilansir surat kabar resmi Wafanews.

Skynews melaporkan bahwa tuntutan tersebut memancing kemarahan sejumlah aktivis Palestina di Yerusalem. Mereka juga menyerukan agar warga Palestina menolak tuntutan tersebut dan berkunjung beramai-ramai ke Al-Aqsa.

Ini adalah pertama kalinya organisasi Yahudi  memperoleh persetujuan dari polisi Israel untuk menggelar kegiatan keagamaan di lokasi Wakaf Islam yang berdekatan dengan Masjid Al-Aqsha.

Sebelumnya, organisasi-organisasi tersebut mengadakan ritual paskah di lereng Bukit Zaitun di Yerusalem.

Kegiatan ‘’korban Paskah’’ adalah festival besar yang diselenggarakan organisasi Haikal Sulaiman, sebelum hari raya Paskah pada tanggal sepuluh April setiap tahun.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump, Rabu (06/12/2017) menetapkan secara resmi bahwa seluruh wilayah Al-Quds adalah ibukota bagi Israel serta akan merelokasi kedubesnya ke kota suci tersebut bertepatan dengan peringatan tragedi Palestina Mei mendatang.

Keputusan Donald Trump tersebut memberikan lampu hijau bagi Israel untuk meningkatkan pencaplokan wilayah dan pembangunan ilegal di kota suci tersebut.

Amerika Serikat juga telah mengurangi dukungannya terhadap UNRWA awal tahun ini karena sikap Palestina dan masyarakat internasional yang menentang deklarasi Presiden AS Donald Trump bahwa kota Yerusalem ibukota Israel.

Majelis Umum PBB, Kamis (21/12/2017) menetapkan sebuah resolusi dengan dukungan 128 negara bahwa status Al-Quds harus diselesaikan melalui perundingan langsung antara Palestina dan Israel, sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait.

Pertengahan Januari lalu,   Dewan Pusat Palestina mengumumkan, bahwa Palestina  akan menangguhkan pengakuan terhadap kedaulatan Israel sampai Israel mengakui kedaulatan Palestina di perbatasan 1967 serta menghentikan  pendudukan terhadap Yerusalem Timur dan permukiman ilegal.

(T.RS/S:SkynewsArabia)

leave a reply