DBS Boikot 16 Produk Nestle? Anda mungkin Bersalah Karena Telah Me

BY Rizky SyahputraEdited Wed,13 Apr 2016,01:29 PM

Mengapa Gerakan Boikot Global Divestasi dan Sanksi Memboykot 16 Produk Nestle ?  Anda mungkin Bersalah Karena Telah Mengonsumsinya.

Gaza City (Suarapalestina). Nestlé mulai berinvestasi di Israel pada tahun 1995 ketika membeli sekitar 51 persen saham di Osem, sebuah perusahaan yang berbasis di Israel yang terlibat langsung dalam produksi dan distribusi produk makanan di Israel dan luar negeri. Nestlé juga menjalankan sebuah pabrik bersama Osem di Sderot. Sebagai tambahan, mantan CEO dari Nestlé menerima Jubilee Award, penghargaan tertinggi yang ditawarkan oleh negara Israel, sebagai pengakuan atas upaya Nestlé untuk mendukung Israel.

Sejak awal tahun 2005, gerakan penuntutan Boikot Global, Divestasi dan Sanksi (BDS) atas pendudukan Israel memainkan peran penting dalam menekan Israel untuk mematuhi hukum internasional dengan tujuan pemberian hak warga Palestina yang telah lama hilang.

Memboikot produk dan merek yang telah lama bekerjasama dengan Israel, apakah secara ekonomi, politik atau sosial adalah salah satu hal yang diminta oleh BDS kepada konsumen. BDS melakukan pemboikotan terhadap berbagai merek seperti Starbucks, Coca-Cola dan Nestle, salah satu pemain besar di industri makanan dan minuman di di wilayah tersebut.

 

Meskipun ada boikot BDS, namun kita semua sudah cukup bersalah karena mengkonsumsi produk tertentu milik Nestlé apakah kita tahu atau tidak. Jika Anda tidak bersalah, saya memberikan anda dukungan yang serius.

 

 

leave a reply
Posting terakhir
Korban Badai Harvey: Boikot Israel, maka Anda tidak peroleh bantuan

Korban Badai Harvey: Boikot Israel, maka Anda tidak peroleh bantuan

Setelah Badai Harvey meluluhlantakkan kota Houston, Israel kemudian mengucurkan dana bantuan kepada warga setempat. Guna memperoleh dana bantuan tersebut, warga disyaratkan mengisi formulir yang menegaskan bahwa dana tersebut tidak akan diberikan kepada mereka yang mendukung pemboikotan terhadap Israel.