Jumlah korban gugur dan terluka dalam aksi "Great March of Return" terus bertambah

Jalur Gaza, SPNA - Ribuan orang Palestina berbaris  menuju perbatasan Gaza-Israel dalam sebuah aksi demonstrasi besar-besaran, Jumat (30/03/2018).....

BY adminEdited Sat,31 Mar 2018,11:16 AM

Jalur Gaza, SPNA - Ribuan orang Palestina berbaris  menuju perbatasan Gaza-Israel dalam sebuah aksi demonstrasi besar-besaran, Jumat (30/03/2018). Ini merupakan hari pertama dari aksi yang direncanakan berlangsung selama enam pekan.

Ini juga menjasi hari paling berdarah di Gaza sejak perang lintas batas 2014 antara Israel dan Hamas.

Lebih dari lima belas warga Palestina gugur dan 1.000 orang terluka dalam bentrokan di sepanjang pagar perbatasan, kata Kementerian Kesehatan Palestina.

Militer Israel mengatakan ribuan warga Palestina melemparkan batu dan menggulingkan ban yang terbakar ke arah pasukan yang ditempatkan di sisi lain pagar perbatasan. Mereka menuduh gerilyawan mencoba melakukan serangan di bawah perlindungan protes massal, mengatakan bahwa dalam satu insiden, orang-orang bersenjata Palestina menembaki tentara.

Sepanjang hari, pengeras suara Masjid menyeru warga Gaza untuk pergi ke perkemahan di perbatasan. Sebuah perusahaan bus yang berafiliasi dengan Hamas mengangkut para pengunjuk rasa ke daerah itu. Secara keseluruhan, puluhan ribu orang berkumpul di perkemahan, meskipun tidak semuanya menuju ke perbatasan, kata saksi. Faksi-faksi Palestina lainnya juga berpartisipasi dalam mengorganisir protes.

Jumlah korban pada hari Jumat kemarin sangatlah banyak dan prospek protes harian dalam beberapa pekan mendatang menimbulkan kekhawatiran akan tibulnya eskalasi lain di sepanjang perbatasan yang bergejolak. Israel dan Hamas telah terlibat dalam tiga perang lintas batas dalam beberapa tahun terakhir.

Aksi yang dilakukan oleh warga Palestina tersebut dimaksudkan untuk menyoroti tuntutan Palestina akan "hak untuk kembali" ke tanah yang sekarang diklaim sebagai 'negara' Israel. Sebagian besar dari dua juta orang Gaza adalah keturunan orang Palestina yang melarikan diri atau diusir dari rumah mereka dalam perang Timur Tengah 1948 yang dibat Israel.

Peringatan 70 tahun berdirinya Israel, pada 15 Mei mendatang, ditandai oleh orang-orang Palestina sebagai "nakba" mereka, atau hari bencana.

Rencana aksi massa di perbatasan tersebut juga dilihat sebagai upaya baru oleh Hamas untuk mematahkan blokade perbatasan, yang dipaksakan oleh Israel dan Mesir setelah Hamas merebut Gaza dari Fatah pada tahun 2007.

Besarnya jumlah demonstran pengibar bendera di zona perbatasan berbahaya juga menandakan putus asa di antara warga Gaza setelah penutupan perbatasan satu dekade. Kehidupan di garis pantai tersebut semakin memburuk dalam beberapa bulan terakhir, dengan meningkatnya pengangguran, kemiskinan dan pemadaman listrik harian yang berlangsung selama berjam-jam.

Aksi protes warga Gaza ini dimulai ketika orang Yahudi bersiap untuk menandai Passover, dan dijadwalkan akan mencapai puncaknya dengan dimulainya Ramadhan, bulan suci umat Islam, pada pertengahan Mei mendatang.

(T.RA/S: RCG)

leave a reply
Posting terakhir