Pencaplokan wilayah dan pembantaian warga Palestina, dibalik ‘’Great March Of Return’’ 30 Maret

Jalur Gaza, SPNA - Pada tanggal 30 Maret, warga Palestina menggelar ‘’Great March Of Return’’ untuk menyatakan keteguhan mereka dalam membela  tanah air dan identitas nasional Palestina.

BY adminEdited Sat,31 Mar 2018,11:33 AM

Jalur Gaza, SPNA - Pada tanggal 30 Maret, warga Palestina menggelar ‘’Great March Of Return’’ untuk menyatakan keteguhan mereka dalam membela  tanah air dan identitas nasional Palestina.

 

Latar Belakang Sejarah

Sebelum Israel beridiri, warga Palestina bergantung dengan cocok tanam, yang merupakan 70 % sumber mata pencaharian mereka.

Namun perang 1948 menyebabkan ratusan ribu warga Palestina terusir dan mengungsi dari rumahnya. Lalu pada tahun 1950, Israel mengeluarkan undang-undang ‘’Law Of Return’’  untuk memulangkan warga Yahudi ke Israel. Akibatnya sejumlah besat warga Yahudi yang tinggal di Eropa dan Amerika berdatangan ke Israel.

Pada saat yang sama, Israel menetapkan UU penyitaan properti warga Palestina yang terusir atau mengungsi, khususnya properti dan lahan warga yang tinggal di wilayah yang diduduki.  Lalu properti tersebut di beli oleh warga Yahudi yang baru tiba di Israel.

Menurut Profesor Oren Yiftachel, warga Palestina tidak mempu melakukan protes terhadap kebijakan tersebut hingga tahun tahun 1970. Hal ini disebabkan siasat politik militer Israel, kemiskinan, isolasi dan kurangnya persatuan gerakan politik yang kuat di antara rakyat Palestina.

Lalu pada tanggal 30 Maret 1970 warga Palestina menggelar aksi protes  yang berubah menjadi konfrontasi antara warga Palestina dan tentara Israel.

Bahkan tentara Israel dilaporkan menggunakan kendaraan lapis baja lalu masuk ke desa-desa Palestina, membunuh dan melukai banyak orang di Arraba dan Sakhnin.

Sejak saat itu, warga Palestina setiap tanggal 30 Maret  memperingati hari pembantaian tersebut dengan menanam pohon zaitun di tanah yang telah disita oleh Israel.

Dalam peringatan Great March Of Return di Gaza, kemarin, puluhan ribu warga Palestina berupaya menerobos perbatasan Gaza yang diblokade Israel. Mereka lalu disambut dengan hujan peluru pasukan Israel yang telah berbaris di lokasi.

Sebelumnya, Juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina, Ashraf Qaddoura, dalam pernyataannnya mengatakan bahwa jumlah warga yang gugur kemarin mencapai 16 orang di Gaza, sementara dan jumlah warga luka-luka sebanyak 1.416 orang.

Sebelumya Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah memutuskan menjadikan Sabtu (31 Maret) sebagai hari ‘’berkabung nasional’’ untuk menghormati warga yang gugur dibunuh oleh tentara Israel.

(T.RS/S:BBC)

leave a reply
Posting terakhir