Persatuan ulama muslim serukan masyarakat internasional gelar aksi solidaritas untuk warga Palestina

Jalur Gaza, SPNA - Persatuan Ulama Muslim Dunia, Sabtu (31/03/2018) menyerukan masyarakat internasional menggelar aksi solidaritas untuk mendukung warga Palestina ...

BY adminEdited Sun,01 Apr 2018,10:34 AM

Jalur Gaza, SPNA - Persatuan Ulama Muslim Dunia, Sabtu (31/03/2018) menyerukan masyarakat internasional menggelar aksi solidaritas untuk mendukung warga Palestina yang menjadi korban kebrutalan Israel  serta mendukung hak pengungsi Palestina untuk kembali ke tanah air.

Hal ini disampaikan menyusul laporan Menteri Kesehatan Gaza bahwa belasan warga Palestina gugur ditembak sniper Israel dan ratusan lainnya terluka di Jalur Gaza dan Tepi Barat pada hari Jumat selama peringatan ‘’Great March of Return’’.

‘’Kami mengikuti perkembangan situasi di Jalur Gaza dan kami sangat prihatin terhadap tindakan  pasukan Zionis yang membunuh dan mengusir warga Palestina padahal mereka hanya menuntut hak untuk dikembalikan ke rumah mereka. ‘’

Mereka juga menyerukan pemimpin dan organisasi Arab untuk mendukung hak-hak rakyat Palestina serta menyerukan Liga Arab, OKI dan semua organisasi internasional untuk membahas isu Palestina secara serius.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina, Ashraf Qaddoura, mengatakan bahwa jumlah warga yang gugur kemarin mencapai 17 orang, sementara jumlah warga luka-luka sebanyak 1500 orang di Jalur Gaza.

Di Tepi Barat jumlah warga yang terluka mencapai  118  orang.

Puluhan ribu warga Palestina yang tidak bersenjata berkumpul di perbatasan Gaza untuk menerobos perbatasan yang telah dijaga ketat oleh pasukan Israel, dalam peringatan ‘’Great March Of Return’’.

Setiap tanggal 30 Maret warga Palestina memperingati ‘’Great March Of Return’’ untuk mengenang peristiwa pembunuhan 6 warga Palestina dalam aksi protes terhadap pengusiran warga dan pencaplokan wilayah Palestina 30 Maret 1976 silam.

Sebelumya Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah memutuskan menjadikan hari Sabtu 31 Maret, sebagai hari ‘’berkabung nasional’’ untuk menghormati warga yang gugur dibunuh oleh tentara Israel.

Delegasi Palesina untuk PBB, Riyad Mansour, menghubungi Dewan Keamanan PBB, Jumat (30/01/2018) agar memberikan perlindungan terhadap warga sipil dari penindasan tentara Israel.

Dewan Keamanan PBB dilaporkan gagal menyepakati pernyataan  mengutuk penindasan yang dilakukan pasukan Israel terhadap warga Palestina dalam sidang darurat akibat penolakan AS, menyusul peringatan hari ‘’Great March of Return’’.

(T.RS/S:AnadoluAgency)

leave a reply
Posting terakhir