Rusia: Penggunaan kekuatan penuh pasukan Israel terhadap demonstran Gaza "tidak dapat diterima"

Moscow, SPNA - Kementerian luar negeri Rusia pada hari, Senin (09/04/2018), mengatakan bahwa penggunaan kekuatan penuh oleh pasukan Israel ....

BY adminEdited Wed,11 Apr 2018,09:59 AM

Moscow, SPNA - Kementerian luar negeri Rusia pada hari, Senin (09/04/2018), mengatakan bahwa penggunaan kekuatan penuh oleh pasukan Israel terhadap warga Palestina selama protes di Jalur Gaza tidak dapat diterima.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Rusia mengkritik apa yang disebutnya "penggunaan kekuatan yang tidak pandang bulu terhadap penduduk sipil."

Menurut informasi kementerian dan departemen pers, sebagai akibat dari penggunaan senjata api oleh tentara Israel untuk menekan protes yang dilakukan warga Palestina pada 6-7 April, "10 warga Palestina" terbunuh, termasuk satu wartawan dan dua remaja, dan lebih dari seribu diracuni gas air mata atau terluka. Dengan demikian, jumlah total warga Palestina yang terbunuh dalam dua minggu terakhir protes massa telah mencapai lebih dari 30 orang.

"Pada pagi hari tanggal 9 April, sebuah pesawat Israel melakukan serangan rudal terhadap fasilitas di Gaza. Penggunaan kekuatan yang tidak pandang bulu terhadap penduduk sipil benar-benar tidak dapat diterima, sekali lagi kami menyerukan kepada warga Palestina dan Israel untuk menahan diri dari langkah-langkah yang akan memancing meningkatnya ketegangan berbahaya, ”kata kementerian tersebut.

Moskow yakin bahwa dalam keadaan saat ini, tidak hanya langkah-langkah mendesak untuk menstabilkan dan mengurangi situasi yang dibutuhkan lebih dari sebelumnya, tetapi juga upaya politik konkrit yang bertujuan untuk mencapai perdamaian abadi antara Palestina dan Israel atas dasar hukum yang dikenal secara internasional, menurut kementerian itu..

(T.RA/S: PIC)

leave a reply
Posting terakhir