Komite Perlindungan Wartawan kecam penembakan di perbatasan Gaza

Gaza, SPNA - Komite Perlindungan Wartawan (CPJ), Senin (09/04/2018), mengecam pemerintah Israel setelah gugurnya wartawan Palestina Yaser Murtaja, ....

BY adminEdited Wed,11 Apr 2018,10:02 AM

Gaza, SPNA - Komite Perlindungan Wartawan (CPJ), Senin (09/04/2018), mengecam pemerintah Israel setelah gugurnya wartawan Palestina Yaser Murtaja, dan juga "mengecam" pernyataan yang dibuat oleh Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman yang membenarkan penembakan tentara Israel terhadap warga sipil di Jalur Gaza.

CPJ mendesak "pihak berwenang untuk meminta pertanggungjawaban siapa pun yang menembak wartawan dengan amunisi langsung".

Sherif Mansour, Koordinator Program Timur Tengah dan Afrika Utara, mengatakan, "Jurnalis adalah warga sipil, dan pasukan keamanan memiliki tugas untuk memastikan bahwa mereka dapat bekerja dengan aman."

"Pihak berwenang Israel harus benar-benar menyelidiki pembunuhan Yaser Murtaja, daripada mempertahankan catatan mereka membuat janji kosong untuk menyelidiki pembunuhan wartawan selama konflik dan tugas berbahaya lainnya," tambahnya.

CPJ mencatat bahwa "setidaknya lima wartawan lainnya terluka ketika meliput aksi protes pada 6 April." Mereka adalah:

Adham Al-Hajjar, juru kamera untuk MediviaTV swasta Maroko, tertembak di lutut kiri saat meliput di daerah timur Kota Gaza, menurut Komite Dukungan Jurnalis (JSC), MADA, Saada dan gambar yang diposting di Facebook oleh jurnalis lokal dan rekan-rekannya.

Khalil Abu Adhreh, juru kamera untuk TV Al-Aqsa yang berafiliasi dengan Hamas, di tembak di kaki kiri saat melakukan peliputan di kota Rafah, Gaza selatan, sebagaimana laporan Saada dan JSC. Rekaman yang diposting di YouTube menunjukkan bahwa Abu Adhreh, yang berada beberapa ratus meter dari pagar perbatasan, sedang merekam para pengunjuk rasa yang kadang-kadang melemparkan batu dan melambai-lambaikan bendera Palestina.

Fotografer freelance Ibrahim Al-Za'noun dihantam peluru di lengan kiri saat bertugas di daerah timur kota utara Gaza, Jabalia, menurut JSC, Saada, dan berbagai laporan berita.

Ezz Abu Shanab, editor untuk kantor berita lokal, Sky Press Agency, terkena peluru di kaki kiri saat meliput di kota Gaza, menurut wartawan lokal Saada, dan sebuah posting Facebook dari editor Abu Shanab.

Saber Nureldine, fotografer untuk European Press Photo Agency, terkena pecahan peluru di kepala dan bahu saat meliput di timur Kota Gaza, menurut posting Facebook dari Nureldine dan PJS.

CPJ juga menambahkan bahwa menurut penelitian dan laporan berita mereka, "setidaknya 10 wartawan Palestina terluka pada pekan sebelumnya oleh peluru, tabung gas, dan gas air mata".

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply
Posting terakhir