Mazen Fuqaha, partisipan termuda dalam aksi ‘Great March of Return’

Gaza, SPNA - Sejak dimulainya aksi Great March of Return di sepanjang perbatasan timur Gaza, Haj Subhi al-Mughrabi, ditemani oleh putra-putranya, istri dan cucu-cucunya, ....

BY adminEdited Thu,12 Apr 2018,10:12 AM

Gaza, SPNA - Sejak dimulainya aksi Great March of Return di sepanjang perbatasan timur Gaza, Haj Subhi al-Mughrabi, ditemani oleh putra-putranya, istri dan cucu-cucunya, tidak melewatkan satu hari pun dari aksi protes yang didorong oleh nostalgia untuk kota kelahirannya, Burayr. Keluarganya telah mengalami pengusiran pada 1948.

Salah satu anggota keluarganya adalah bocah berusia tujuh bulan, Mazen Fuqaha. Haj Subhi, kakeknya, mengatakan kepada PIC bahwa ia telah berjanji untuk membawanya dalam aksi protes tersebut setiap hari bersama dengan anggota keluarga lainnya.

Di dekat pagar perbatasan, para demonstran berdiri atau duduk secara individu atau dalam kelompok sembari menikmati suguhan kopi atau teh auntuk teteap bertahan di di kamp-kamp al-Awda (Kembali) yang didirikan di daerah perbatasan sebagai bagian dari aksi Great March of Return.

Haji Subhi berkata, "Saya datang ke sini setiap hari dengan cucu saya, Mazen, berusia tujuh bulan, untuk menuntut hak saya untuk kembali (ke tanah saya)."

Ibu Mazen mengatakan bahwa partisipasinya setiap hari bersama anaknya dalam demonstrasi tersebut adalah cara untuk mengatakan bahwa para pengungsi Palestina, termasuk dirinya, tidak akan pernah menyerahkan tanah dan desa mereka kepada pendudukan Israel yang telah mengusir mereka. "Anak-anak kami memiliki hak untuk tumbuh di kampung halaman kami," ungkapnya.

Beberapa meter dari tenda tempat Mazen dan ibunya tinggal, ayahnya Thaer al-Mughrabi mengatakan bahwa selama beberapa hari terakhir keluarganya telah menyaksikan banyak serangan Israel terhadap pengunjuk rasa damai.

Thaer menambahkan bahwa ia membawa anaknya setiap hari ke kamp-kamp dan duduk di dekat pagar perbatasan yang menentang ancaman Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menyerang para pengunjuk rasa yang tak berdaya.

"Saya sedang duduk dengan anak saya, istri dan seluruh keluarga ketika seorang sniper Israel menembak seorang pemuda bernama Ahmad Arafa tiga kali," kata Thaer, "Dia sana ia berdarah. Saya mencoba menarik tubuhnya keluar dari tempat itu namun ajal telah menjemputnya. "

Mazen yang berusia tujuh bulan menghabiskan sebagian besar waktunya di tenda-tenda Great March of Return bersama ibunya yang, pada dini hari, mempersiapkan segala sesuatu yang Mazen atau anak-anak lain dari keluarganya mungkin perlukan di siang hari.

(T.RA/S: PIC)

leave a reply
Posting terakhir