Presiden Guatemala akan hadiri peresmian kedubes Guatemala di Al-Quds Mei mendatang

Guatemala, SPNA - Menteri Luar Negeri Guatemala Sandra Joviell mengatakan Kamis lalu (12/04/2018)  bahwa Presiden Jimmy Morales ...

BY adminEdited Thu,19 Apr 2018,10:45 AM

Guatemala, SPNA - Menteri Luar Negeri Guatemala Sandra Joviell mengatakan Kamis lalu (12/04/2018)  bahwa Presiden Jimmy Morales akan menghadiri peresmian kedutaan Guatemala yang direlokasi dari Tel Aviv ke Yerusalem pada 16 Mei mendatang.

Joviell menambahkan bahwa Guatemala bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Israel untuk menyelesaikan mekanisme relokasi tersebut.

Pada 24 Desember, Morales mengumumkan bahwa negaranya akan merelokasi kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem sebagai dukungan terhadap keputusan AS.

Hal ini membuat Guatemala menjadi negara pertama di dunia mengikuti Amerika Serikat untuk merelokasi kedutaannya ke Al-Quds.

Selain Amerika Serikat dan Guatemala, enam negara lainnya juga memutuskan memindahkan kedutaan mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem, diantaranya adalah - Honduras, Togo, Kepulauan Marshall, Mikronesia, Republik Palau dan Republik Nauru.

Awal Desember lalu, Presiden AS Donald Trump menetapkan secara resmi bahwa seluruh wilayah Al-Quds ibukota bagi Israel dan akan merelokasi kedubesnya ke kota suci tersebut dimana hal ini membuat hubungan Palestina dan AS tegang serta memancing kemarahan umat Islam di seluruh dunia.

Langkah AS tersebut juga ditentang oleh Majelis Umum PBB yang menetapkan sebuah resolusi dengan dukungan 128 negara. PBB menyatakan bahwa status Al-Quds harus diselesaikan melalui perundingan langsung antara Palestina dan Israel, sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait.

Senin (15/1/2017)  Dewan Pusat Palestina mengumumkan, bahwa Palestina  akan menangguhkan pengakuan terhadap kedaulatan Israel sampai Israel mengakui kedaulatan Palestina di perbatasan 1967 serta menghentikan  pendudukan terhadap Yerusalem Timur dan permukiman ilegal.

Abbas juga menolak menjadikan AS mediasi perundingan damai dengan Israel, serta menuduh Israel telah melanggar perjanjian perdamian Oslo tahun 1993, Akibatnya AS mengancam memutuskan bantuan kemanusiaan kepada Palestina selama Palestina.

Sebelumnya UNRWA melakukan kampanye global untuk mengumpulkan dana sebesar 800 Juta Dolar AS guna mendukung pengungsi Palestina, dengan hastag #DignityIsPriceless.

(T.RS/S:RtArabic)

leave a reply