Ahmed Abu Hussein menjadi wartawan kedua yang gugur dalam aksi ‘Great March of Return’

Jurnalis foto Gaza Ahmed Abu Hussein, yang terluka parah pada Jumat lalu ketika mendokumentasikan aksi Great March of Return, akhirnya menyerah pada luka-luka yang dialaminya pada Rabu sore (25/04/2018), Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan.

BY adminEdited Thu,26 Apr 2018,10:24 AM

Haaretz - Ramallah

Ramallah, SPNA - Jurnalis foto Gaza Ahmed Abu Hussein, yang terluka parah pada Jumat lalu ketika mendokumentasikan aksi Great March of Return, akhirnya menyerah pada luka-luka yang dialaminya pada Rabu sore (25/04/2018), Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan.

Hussein ditembak di perut oleh seorang sniper Israel meskipun faktanya ia berada pada jarak yang diizinkan dari pagar perbatasan. Pada hari Minggu, dua hari setelah ia ditembak, Israel memberi izin Abu Hassin untuk melewati 'negara' itu menuju rumah sakit di Ramallah, di mana ia menerima perawatan medis.

Hussein yang berusia 25 tahun bekerja sebagai jurnalis foto untuk kantor berita lokal sejak ia lulus SMA.

Hussein adalah wartawan kedua yang gugur oleh tembakan Israel sejak protes mingguan di perbatasan yang dimulai pada akhir Maret lalu. Sebelumnya, Yaser Murtaja (30) ditembak dan gugur ketika mengenakan jaket pelindung berlabel "PRESS" pada 7 April lalu. Empat wartawan lainnya terluka oleh tembakan langsung selama demonstrasi, salah satunya dalam keadaan kritis.

Menurut Sindikat Jurnalis Palestina, Murtaja terkena tembakan saat berada pada jarak 350 meter dari pagar perbatasan. Militer Israel mengatakan dalam tanggapannya, "IDF tidak berniat untuk menembak wartawan, dan keadaan di mana wartawan yang diduga terluka oleh tembakan tentara Israel tidak diketahui dan sedang diselidiki."

Pada hari Jumat, ketika Abu Hassin ditembak, ribuan warga Gaza yang melakukan protes di sepanjang perbatasan memasuki pekan keempat berturut-turut pada aksi Great March of Return. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa empat orang Palestina tewas dan 156 terluka oleh tembakan langsung Israel.

(T.RA/S: Haaretz)

leave a reply
Posting terakhir