YouTube membatasi video yang mengekspos kebrutalan Israel

YouTube pada Rabu (25/04/2018) memutuskan untuk mengembalikan video yang mengekspos kebrutalan Israel terhadap warga Palestina setelah menerima serangan balik di media sosial.

BY adminEdited Thu,26 Apr 2018,10:27 AM

MEMO - Gaza

Gaza, SPNA - YouTube pada Rabu (25/04/2018) memutuskan untuk mengembalikan video yang mengekspos kebrutalan Israel terhadap warga Palestina setelah menerima serangan balik di media sosial.

Sebelumnya, karena dianggap konten tersebut melanggar ketentuan layanan, platform berbagi video, maka pada hari Minggu YouTube menghapus video yang bersangkutan, yang diposting oleh akademisi Palestina dan aktivis Sana Kassem,  yang pembayaran kompensasi kepada warga Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel selama demonstrasi baru-baru ini di Gaza.

Profesor dan aktivis terkenal Amerika Norman Finkelstein mem-posting ulang video tersebut, yang dihapus lagi oleh YouTube. Finkelstein mengajukan banding ke YouTube melalui email, dan menanyakan alasan keputusan itu.

“Mereka akan dengan sabar menunggu sampai semua anak-anak di Gaza dibunuh oleh Israel. Kemudian mereka akan memposting ulang videonya, ”Finkelstein mengatakan kepada Anadolu Agency.

Tak lama setelah pernyataannya kepada Anadolu Agency, YouTube menanggapi Finkelstein, mengatakan kepadanya bahwa mereka akan mengembalikannya, tetapi menambahkan keterangan batasan usia pada video itu.

"YouTube mem-posting ulang video Gaza tetapi mengklasifikasikannya sebagai pornografi," kata Finkelstein di akun Twitter-nya, di mana ia juga berbagi video.

Dengan demikian, pengguna dapat mengakses video hanya setelah masuk ke YouTube dan mengonfirmasi usia mereka.

Namun menurut banyak pengguna YouTube yang sering memposting video yang mengkritik Israel karena kebrutalannya terhadap warga Palestina, ini bukan pertama kalinya YouTube melakukannya.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply
Posting terakhir

Anak-Anak Gaza: Selamatkan kami dari kebrutalan Israel

Gaza, SPNA - Lebih dari 6.000 anak-anak Palestina berkumpul di central aquare di Kota Gaza, Ahad (04/02/2018). Mereka menyeru masyarakat dunia untuk segera terlibat mengakhiri pengepungan Israel yang telah berjalan selama 11 tahun di tanah kelahiran mereka.