Akibat krisis keuangan, UNRWA terancam gulung tikar

Ramallah, SPNA - Juru bicara UNRWA Sami Musya’sya’, mengatakan bahwa UNRWA diprediksi  akan berhenti memberikan layanan kepada pengungsi awal ....

BY adminEdited Thu,26 Apr 2018,10:41 AM

Ramallah, SPNA - Juru bicara UNRWA Sami Musya’sya’, mengatakan bahwa UNRWA diprediksi  akan berhenti memberikan layanan kepada pengungsi awal September mendatang jika krisis keuangannya tidak teratasi.

Hal ini merujuk kepada pernyataan Komisaris Jendera; UNRWA, Pierre Krenpol dalam konferensi Donatur Internasional untuk Suriah yang mengatakan bahwa krisis keuangan UNRWA tahun ini adalah yang terbesar dan mengancam pembangunan sekolah Palestina pada bulan Agustus.”

Krenpol juga menambahkan bahwa bantuan pangan untuk 1 juta warga Palestina di Jalur Gaza akan berhenti pada bulan Juni jika UNRWA tidak mampu mengumpulkan  200 juta Dolar paska pemangkasan dana bantuan AS.

Ia menambahkan bahwa membutuhkan anggaran sebesar 465 Juta Dolar dan negara-negara Teluk, Norwegia dan Kanada telah mengumpulkan bantuan dengan total 200 juta Dolar untuk membantu pengungsi.

Pemangkasan dana AS terhadap UNRWA disebabkan ketegangan antara pemerintah Palestina dan AS menyusul pernyataan Donald Trump adalah ibukota Israel 6 Desember lalu.

Langkah Trump tersebut juga ditentang oleh Majelis Umum PBB yang menetapkan sebuah resolusi dengan dukungan 128 negara. PBB menyatakan bahwa status Al-Quds harus diselesaikan melalui perundingan langsung antara Palestina dan Israel, sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait.

Senin (15/1/2017)  Dewan Pusat Palestina mengumumkan, bahwa Palestina  akan menangguhkan pengakuan terhadap kedaulatan Israel sampai Israel mengakui kedaulatan Palestina di perbatasan 1967 serta menghentikan  pendudukan terhadap Yerusalem Timur dan permukiman ilegal.

Abbas juga menolak menjadikan AS mediasi perundingan damai dengan Israel, serta menuduh Israel telah melanggar perjanjian perdamian Oslo tahun 1993, Akibatnya AS mengancam memutuskan bantuan kemanusiaan kepada Palestina selama Palestina.

Sebelumnya UNRWA melakukan kampanye global untuk mengumpulkan dana sebesar 800 Juta Dolar AS guna mendukung pengungsi Palestina, dengan hastag #DignityIsPriceless.

(T.RS/S:Maannews)

leave a reply