Bentrok di Al-Quds, 2 remaja Palestina dipukuli dan ditangkap pasukan Israel

Al-Quds, SPNA - Puluhan warga Palestina menggelar aksi protes usai sholat Jum’at (11/05/2018) menuntut pemerintah Israel berhenti menyerang pemakaman umat Islam di kota Al-Quds ....

BY adminEdited Sat,12 May 2018,10:41 AM

Al-Quds, SPNA - Puluhan warga Palestina menggelar aksi protes usai sholat Jum’at (11/05/2018) menuntut pemerintah Israel berhenti menyerang pemakaman umat Islam di kota Al-Quds dan menyita tanah pemakaman untuk dijadikan taman.

Sejumlah remaja Palestina cedera sementara dua lainnya ditangkap prajurit Israel dalam bentrokan tersebut.

Sejumlah saksi mata mengatakan bahwa pasukan Israel memukuli seorang pemuda Palestina ketika ditangkap serta menyerang kru TV dalam aksi protes tersebut.

Sejumlah organisasi Al-Quds juga menyerukan warga Palestina untuk berpartisipasi dalam aksi bela Al-Aqsa 14 Mei mendatang menolak relokasi Kedutaan Besar AS ke kota suci tersebut.

Awal Desember lalu, Presiden AS Donald Trump menetapkan secara resmi bahwa seluruh wilayah Al-Quds adalah ibukota bagi Israel dan akan merelokasi kedubesnya ke kota suci tersebut dimana hal ini membuat hubungan Palestina dan AS tegang serta memancing kemarahan umat Islam di seluruh dunia.

Langkah AS tersebut juga ditentang oleh Majelis Umum PBB yang menetapkan sebuah resolusi dengan dukungan 128 negara. PBB menyatakan bahwa status Al-Quds harus diselesaikan melalui perundingan langsung antara Palestina dan Israel, sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait.

Senin (15/1/2017)  Dewan Pusat Palestina mengumumkan, bahwa Palestina  akan menangguhkan pengakuan terhadap kedaulatan Israel sampai Israel mengakui kedaulatan Palestina di perbatasan 1967 serta menghentikan  pendudukan terhadap Yerusalem Timur dan permukiman ilegal.

Abbas juga menolak menjadikan AS mediasi perundingan damai dengan Israel, serta menuduh Israel telah melanggar perjanjian perdamian Oslo tahun 1993, Akibatnya AS mengancam memutuskan bantuan kemanusiaan kepada Palestina selama Palestina.

(T.RS/S:Qudsnews)

leave a reply