Aktivis Kemanusiaan Indonesia Abdillah Onim berhasil Masuk Jalur Gaza untuk Misi Kemanusiaan,Berikut kisah perjalana singkat menempuh Gaza

Setelah menempuh perjalanan 3 Hari bersama anak istri dari Kairo Mesir menuju pintu perlintasan darat pintu RafahAktivis , Kemanusiaan Asal Indonesia Abdillah Onim ....

BY adminEdited Mon,14 May 2018,10:02 PM

Setelah menempuh perjalanan 3 Hari bersama anak istri dari Kairo Mesir menuju pintu perlintasan darat pintu RafahAktivis , Kemanusiaan Asal Indonesia Abdillah Onim berhasil Masuk Jalur Gaza untuk membawa Misi Kemanusiaan pada Selasa 14 Mei 2018.
 

Perjalanan yang ditempuh sangat melelahkan, membutuhkan kesabaran karena bagi saya ini perjalanan sangat menantang, kenapa tidak karena harus melewati wilayah sangat beresiko yang disebut dengan zona berbahaya, kami melewati wilayah Sinai sering terjadi kontak senjata antara militer Mesir dan kelompok pemberontak, beberapa kali melewati zona berbahaya terdengar suara dentuman bom dengan suara sangat dahsyat, itu terjadi serangan antara militer Mesir dengan pemberontak dan ada baiknya kalian harus berhenti sejenak karena kami tidak ingin hal butuk terjadi pada kalian, ungkap seorang militer Mesir sedang berada diatas mobil tank Mesir.

Dalam suasan normal, seharusnya perjalanan antara Kairo Mesir menuju pintu Rafah perbatasan antara Gaza dan Mesir cukup 6 jam saja, tapi kini tidak mudah menempuh perjalanan, mobil yang kami tumpangi sempat diperiksa oleh militer Mesir sebanyak 17 kali, yaitu melewati 17 pos pemeriksaan, Alhamdulillah semua pos pemeriksaan kami lewati dengan aman tentu butuh kesabaran karena setiap pos pemeriksaan itu kita disuruh turun, masing-masing bawaan kita dibongkar diperiksa dan masing-masinh pos pemeriksaan kita disuruh tunggu 4 jam hingga 11 jam.

Kami berangkat dari Kota Naser Mesir jam 5 subuh melewati wilayah Ismailiyah, diwilayah Ismailiyah ada sebuah kota kecil namanya Fardan kami diarahkan kekompleks militer untuk pemeriksaan pertama, seluruh barang bawaan harus dibuka satu per satu tanpa terkecuali, setelah pemeriksaan lama akhirnya kami disuruh menuju pelabuhan kapal penyeberangan disebut dengan Maadiyat Fardan alias kapal penyeberangan, dipelabuhan penyeberangan ini seluruh rombongan Palestina dikumpulkan dan harus menunggu 4 jam lamanya baru bisa naik kapal tsb, akhirnya mobil yang kami tumpangi pun naik keatas kapal dikawal militer Mesir yaitu pengawalan khusus.

Berhasil menyeberang tanpa melewati Suez Kanal atau jembatan Suez, tibanya di wilayah perbatasan antara Ismailiyah dengan Sinai Utara sudah jam 8 malam, terpaksa kami disuruh berhenti untuk nginap disebuah kafe, ya harus tidur dimobil dan ada juga yang tidur diteras kafe, menjelang jam 4 subuh setelah sholat subuh kami dikoordinasikan oleh militer Mesir dan dikawal, pos pemeriksaan pertama kami kembali disuruh menunggu 2 jam lamanya.

Perjalanan kami tempuh yaitu 3 hari, dan pada tanggal 13 Mei 2018 jam 2 siang mobil kami tiba didepan pintu perlintasan Rafah, belum selesai pemeriksaan, karena sebelu masuk Imigrasi Rafah, semua berkas kita harus diperiksan dan rentetan pertanyaan: Tujuan apa kita masuk Gaza, Apa yang dilakukan di Gaza, apa hubungannya hingga ingin masuk Gaza dan pertanyaan lainnya.

Alhamdulillah berkas yang kami bawa sangat lengkap yaitu punya akad nikah, memiliki kartu mahasiswa, punya istri orang Palestina dan berkas lainnya, jadi kami dipersilahkan masuk kewilayah Jalur Gaza, setelah berada didalam ruang imigrasi Mesir pasnya diruang tunggu, disini kami harus menuggnu 10 jam lamanya hanya untuk pemeriksaan khusus dari pihak intelijen Mesir terkait warga asing yang akan masuk wilayah Gaza, setelah menunggu 10 jam lamanya akhirnya passport kami diserahkan yang sudah dicap imigrasi Mesir.

Kami diarahkan untuk naik bus yang akan membawa menuju imigrasi Gaza Palestina, dan perlu diketahui bahwa pejalanan dari Imigrasi Rafah Mesir ke Imigrasi Gaza Palestina hanya berjarak kurang dari 200 Meter dan waktu tempuh kurang dari 5 menit saja, akan tetapi perjalanan yang kami tempuh dalam waktu 3 hari hingga masuk ke Gaza.
 

Tepatnya jam 2 pagi kami tiba di Imigrasi Rafah Gaza Palestina, kami tiba dirumah di Gaza city tepatnya jam 3 Subuh 

Bang Onim kini di Gaza Palestina, 14 Mei 2018. Sedang berada di lokasi aksi diperbatasan Gaza dan Israel 

leave a reply
Posting terakhir