Amerika Serikat resmikan kedutaannya di Yerusalem

Yerusalem, SPNA - Amerika Serikat, Senin (14/05/2018) meresmikan kedutaannya di Yerusalem, melalui pesan video dari Presiden AS Donald Trump bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel.

BY adminEdited Tue,15 May 2018,10:15 AM

Yerusalem, SPNA - Amerika Serikat, Senin (14/05/2018) meresmikan kedutaannya di Yerusalem, melalui pesan video dari Presiden AS Donald Trump bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel.

Trump melalui pesannya kepada undangan menegaskan bahwa Israel adalah negara merdeka dan memiliki hak seperti negara lain di dunia untuk menentukan ibukotanya sendiir dan Yerusalem adalah ibukota Israel.  Trump juga menekankan bahwa Washington berkomitmen penuh pada perjanjian damai.

Sementara itu Duta Besar AS untuk Israel, David Friedman menyambut upacara peresmian kedutaan AS di Yerusalem serta memuji keputusan Presiden Donald Trump.

Wakil Menteri Luar Negeri AS John Sullivan juga mengatakan pengakuan AS bahwa Yerusalem ibu kota Israel dan relokasi kedubes AS  adalah langkah membawa perdamaian ke Yerusalem, Timur Tengah dan seluruh dunia.

Menantu Donald Trump, Jared Kushner dalam pidatonya mengatakan bahwa pemimpin AS sebelumnya telah berjanji untuk merelokasi kedutaan  AS ke Yerusalem, namun Trump adalah satu-satunya yang memenuhi janji itu.

“Relokasi kedutaan AS ke Yerusalem menunjukkan bahwa Amerika Serikat adalah negara yang dapat dipercaya, ‘’ ujarnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan apresiasi kepada presiden Amerika Serikat.  “Kita harus ingat momen bersejarah ini terhadap kota Yerusalem dan Negara Israel, dan keputusan Presiden AS, Donald Trump. Yerusalem adalah ibu kota abadi bagi orang-orang Yahudi dan Negara Israel,’’  seperti dilansir Rt Arabic.

Awal Desember lalu, Presiden AS Donald Trump menetapkan secara resmi bahwa seluruh wilayah Al-Quds ibukota bagi Israel dan telah meresmikan kedubes AS di Al-Quds, Senin (15/05/2018).

Hal ini membuat hubungan Palestina dan AS tegang serta memancing kemarahan umat Islam di seluruh dunia.

Langkah AS tersebut  juga ditentang oleh Majelis Umum PBB yang menetapkan sebuah resolusi dengan dukungan 128 negara. PBB menyatakan bahwa status Al-Quds harus diselesaikan melalui perundingan langsung antara Palestina dan Israel, sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait.

(T.RS/S:RtArabic)

leave a reply