Pengadilan Israel mengesahkan penghancuran desa Khan Al-Ahmar di Tepi Barat

Mahkamah Agung Israel telah memberikan izin pembongkaran atas sebuah desa Palestina di Tepi Barat yang diduduki meskipun ada permintaan dari pemerintah Uni Eropa untuk tidak meneruskan rencana tersebut.

BY adminEdited Sat,26 May 2018,09:52 AM

MEMO - Tepi Barat

Tepi Barat, SPNA - Mahkamah Agung Israel telah memberikan izin pembongkaran atas sebuah desa Palestina di Tepi Barat yang diduduki meskipun ada permintaan dari pemerintah Uni Eropa untuk tidak meneruskan rencana tersebut. Dalam putusannya pada hari Kamis (24/05/2018), pengadilan mengatakan menemukan "tidak ada alasan untuk melakukan intervensi dalam keputusan menteri pertahanan untuk melaksanakan perintah pembongkaran yang dikeluarkan terhadap bangunan ilegal di Khan Al-Ahmar".

Pengadilan memutuskan bahwa desa tersebut dibangun tanpa izin mendirikan bangunan yang relevan, namun di sisi lain, izin tersebut hampir mustahil diperoleh untuk orang Palestina di wilayah Tepi Barat yang dikuasai Israel.

Para kritikus mengecam keputusan itu, yang dianggap akan menghancurkan komunitas sekitar 35 keluarga yang termasuk suku Jahalin Badui, yang merupakan kebijakan pembersihan etnis Israel.

Kepresidenan Palestina menyatakan hal ini sebagai upaya rasis untuk "mencabut warga legal Palestina dari tanah mereka guna mengendalikannya dan menggantikan mereka dengan pemukim".

"Kebijakannya tentang pembersihan etnis dianggap sebagai bentuk terburuk diskriminasi rasial, yang telah menjadi ciri utama dari praktik dan keputusan pemerintah Israel dan berbagai instrumennya," ungkap pernyataan tersebut.Tidak jelas kapan pembongkaran akan dilakukan.

Di tangan pemerintah Israel, masyarakat Khan Al-Ahmar terus mengalami penganiayaan. Mereka telah menghadapi ancaman penggusuran untuk pembukaan jalan bagi perluasan permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki. Pada akhir tahun lalu, Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman mengumumkan bahwa pemerintah akan mengevakuasi seluruh masyarakat dalam beberapa bulan.

Setelah kunjungan ke desa, Koordinator Kemanusiaan PBB Jamie McGoldrick dan Direktur Operasional UNRWA di Tepi Barat Scott Anderson, PBB mengatakan, “Hampir semua bangunan komunitas Khan Al-Ahmar berisiko dibongkar oleh otoritas Israel, termasuk sekolah, yang pada awalnya dibangun dengan dukungan donor yang melayani sekitar 170 siswa dari komunitas dan empat orang di sekitarnya.”

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply