Dewan Keamanan PBB dan AS bertemu untuk bahas situasi terkini di Jalur Gaza

New York, SPNA - Atas permintaan Amerika Serikat, Dewan Keamanan PBB akan bertemu negara tersebut pada hari Rabu (30/05/2018) ....

BY adminEdited Wed,30 May 2018,11:55 AM

New York, SPNA - Atas permintaan Amerika Serikat, Dewan Keamanan PBB akan bertemu negara tersebut pada hari Rabu (30/05/2018) untuk membahas serangan roket dan mortir Palestina terhadap Israel, kata para diplomat.

AS menyebarkan draf pernyataan menyerukan kepada dewan untuk mengutuk "penembakan roket oleh pejuang Palestina di Gaza" terhadap Israel tersebut, menurut salinan teks yang dilihat oleh AFP.

Hal tersebut muncul setelah adanya laporan bahwa persetujuan gencatan senjata antara Israel dan faksi militan Palestina di Jalur Gaza ditolak oleh seorang pejabat Israel.

"Laporan tentang gencatan senjata tidak benar," kata pejabat tersebut, yang menolak disebutkan namanya.

Militan Palestina melancarkan serangan terberatnya terhadap Israel sejak perang Gaza 2014 dan pesawat Israel menyerang balik, dalam gelombang pertempuran pasca berminggu-minggu terjadinya kekerasan perbatasan.

Tiga tentara Israel terluka karena pecahan peluru, kata pihak militer, setelah puluhan bom mortir dan roket ditembakkan dari Jalur Gaza, yang memicu peringatan sirene di Israel selatan sepanjang hari.

Israel telah lama mengatakan tidak akan mentoleransi serangan-serangan seperti itu, dan pesawat tempurnya menghantam lebih dari 30 sasaran milik kelompok-kelompok bersenjata, termasuk terowongan lintas-batas yang sedang dibangun, ungkap pihak militer.

Dalam sebuah pernyataan, Kedutaan Besar Israel mengatakan bahwa Hamas bertanggung jawab atas serangan dari Jalur Gaza.

Ia juga mengatakan bahwa Israel akan "terus bertindak dengan tekad untuk menyelamatkan nyawa dan melindungi keamanan warganya."

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memanggil kepala keamanannya dan Menteri Intelijen Israel Katz dan mengatakan negara "negara berada pada ambang peperangan" sejak konflik tujuh minggu dengan militan Palestina empat tahun lalu.

"Jika penembakan (dari Gaza) tidak berhenti, kami harus meningkatkan tanggapan kami dan itu bisa mengarah pada kemerosotan situasi," kata Katz di Radio Angkatan Darat.

Daoud Shehab, seorang juru bicara Jihad Islam, mengatakan para pejabat Mesir telah melakukan kontak dengan kelompok tersebut untuk mencoba memulihkan ketenangan.

Dia mengatakan Jihad Islam tidak ingin kekerasan meningkat dan menyalahkan Israel atas gejolak itu.

"Jika Israel tetap tenang dan menghentikan segala bentuk agresi terhadap rakyat kami di Gaza, kami juga akan tetap tenang," katanya.

Militer Israel mengatakan lebih dari 25 proyektil ditembakkan.

Beberapa ditembak jatuh oleh sistem pencegat roket Iron Dome sementara yang lainnya mendarat di lahan kosong dan lahan pertanian.

Kekerasan telah meningkat di sepanjang perbatasan Gaza dalam beberapa pekan terakhir, di mana 116 warga Palestina gugur oleh tembakan Israel pada demonstrasi massa yang menyerukan hak warga Palestina untuk kembali ke tanah leluhur mereka di Israel.

(T.RA/S: RTE)

leave a reply