Mantan Kepala Shin Bet: Israel tidak tertarik menaklukan Gaza

Mantan kepala dinas keamanan Israel Shin Bet, Yoram Cohen mengatakan pada hari Kamis (31/05/2018) dalam sebuah wawancara dengan Radio Angkatan Darat bahwa ia mendukung kebijakan pemerintah Netanyahu untuk menghadapi kelompok perlawanan Gaza.

BY adminEdited Fri,01 Jun 2018,09:29 AM

Israel National News - Gaza

Gaza, SPNA - Mantan kepala dinas keamanan Israel Shin Bet, Yoram Cohen mengatakan pada hari Kamis (31/05/2018) dalam sebuah wawancara dengan Radio Angkatan Darat bahwa ia mendukung kebijakan pemerintah Netanyahu untuk menghadapi kelompok perlawanan Gaza.

"Jika saya berada di kantor hari ini, saya akan merekomendasikan untuk memberi tahu publik dengan jelas bahwa Israel tidak tertarik untuk menaklukkan Jalur Gaza," kata Cohen.

"Pendudukan akan memakan waktu beberapa hari, tetapi tindakan pemurnian akan memakan waktu lama dan juga akan merenggut lebih banyak nyawa orang yang tidak bersalah. Kami tidak memiliki apa-apa di Gaza," katanya.

“Kebijakan Israel menyatakan bahwa tidak ada perang jika tidak dalam kondisi terpaksa, Israel tidak menginginkan perang dan itu hal yang bagus,” ungkap mantan kepala Shin Bet tersebut.”Kami bisa membunuh 200 anggota Hamas kemarin dan mereka kemudian menembakkan 1,000 roket kepada kami dan kami berereaksi yang bisa memngantarkan pada ambang peperangan dan hal itu tidak kami inginkan,” jelas Cohen.

Menambahkan bahwa terlalu dini untuk mengatakan apakah reaksi Israel telah menghalangi Hamas. “Jika kita melihat lebih banyak serangan teroris dalam beberapa waktu terakhir, seperti serangan laying-layang pembakar dan sejenisnya, dengan persetujuan atau persetujuan diam-diam dari Hamas, kami paham bahwa serangan IDF tidaklah cukup menghalangi bagi pihak lain.”

(T.RA/S: Israel National News)

leave a reply
Posting terakhir

Kepala Shin Bet: Gencatan senjata akan perkuat Hamas

Kepala Badan Keamanan Israel (Shin Bet) Nadav Argaman belum lama ini memperingatkan kabinet keamanan politik bahwa gencatan senjata dengan Hamas akan mengurangi pengaruh Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas di Jalur Gaza dan memperkuat Hamas di Yudea dan Samaria.