Liga Arab tuntut PBB mengadili pelaku penembakan Razan Al-Najjar

Jalur Gaza, SPNA - Liga Arab mengecam Israel atas pembunuhan paramedis Palestina, Razan al-Najjar yang ditembak sniper Israel ketika berupaya menyelamatkan korban luka-luka di Khan Younis, Selatan Gaza, Jum’at lalu.

BY adminEdited Mon,04 Jun 2018,11:29 AM

Jalur Gaza, SPNA - Liga Arab mengecam Israel atas pembunuhan paramedis Palestina, Razan al-Najjar yang ditembak sniper Israel ketika berupaya menyelamatkan korban luka-luka di Khan Younis, Selatan Gaza, Jum’at lalu.

Liga Arab, dalam pernyataan yang dilansir Rt Arabic (04/06/2018) mengatakan bahwa yang dilakukan pasukan pendudukan Israel terhadap  Razan adalah pembunuhan berdarah dingin.

Mereka juga menyerukanOrganisasi Kesehatan Dunia serta Komite Internasional Palang Merah (ICRC) agar tidak mengabaikan kejahatan tersebut dan menuntut mereka yang terlibat dalam pembunuhan itu serta memaksa Israel untuk menghormati perjanjian internasional terkait paramedis.

Mereka juga menyerukan kepada masyarakat dan lembaga internasional, khususnya PBB dan Dewan Keamanan, untuk menyelidiki kejahatan yang dilakukan pasukan Israel dan meminta pertanggungjawaban mereka.

Menkes Gaza sebelumnya melaporkan bahwa salah satu sniper Israel menembak Razan al-Najjar, relawan medis Palestina berusia 21 tahun, ketika mencoba menyelematkan salah satu korban dekat pagar perbatasan, Khan Younis di Jalur Gaza selatan.

Penembakan tersebut terjadi ketika Razan mengangkat tangannya untuk mengisyaratkan bahwa Ia hanya tim medis yang tidak membahayakan siapapun. Ia kemudian berjalan ke arah pagar perbatasan untuk menyelamtkan salah satu korban yang tergelatak akibat ditembak Israel.

Namun pasukan Israel justru menembaknya dari jarak 50 Meter dari perbatasan dimana peluru tersebut merenggut nyawanya.

Tim medis yang menjadi saksi mata dalam kejadian tersebut menyatakan bawa Razan gugur dengan pakaian medis dan obat serta peralatan kedokteran di tangannya.

Direktur Rumah Sakit Khan younis, Salah Rantisi mengatakan bahwa Razan tiba di rumah sakit dalam kondisi mengenaskan akibat disasar peluru pasukan Israel.

Kematian Razan meninggalkan kesedihan mendalam terhadap relawan medis Palestina.

Kisah perjuangan Razan dalam menyelamatkan korban telah diabadikan oleh Anadolu Agency awal April lalu dimana Ia mengatakan: ‘’Sulit bagi wanita seperti saya untuk berkontribusi menolong demonstran yang terluka, namun saya tidak putus asa. ‘’

‘’Saya akan melaksanakan tugas saya meskipun akan terus berlanjut hinga berbulan-bulan. Saya tidak akan meninggalkan perbatasan Gaza. Darah warga Gaza yang mengenai pakaian saya adalah darah suci. ‘’

Sebelumnya Juru bicara Menkes Gaza,  Ashraf Qaddoura dalam keterangannya menyatakan bahwa Razan gugur dan 100 warga Gaza menderita luka-luka akibat ditembak pasukan Israel.

Dengan gugurnya Razan, jumlah korban yang gugur dalam peringatan Great March of Return sejak 30 Maret lalu meningkat menjadi 119 orang.

Sejak 30 Maret lalu, ribuan warga Palestina menggelar demonstrasi dekat pagar pembatas antara Gaza dan wilayah yang diduduki Israel.

Demonstrasi tersebut bertujuan menuntut Israel untuk  mengembalikan pengungsi Palestina ke tanah air mereka yang telah diusir sejak 1948.

Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya juga dilaporkan melakukan veto terhadap rancangan  resolusi yang diajukan Kuwait menuntut perlindungan terhadap warga Palestina.

(T.RS/S:RtArabic)

leave a reply