187 warga Palestina merenggang nyawa sejak deklarasi Trump bahwa al-Quds ibukota Israel

Al-Quds, SPNA - Lembaga Al-Quds untuk studi Israel dan Palestina melaporkan bahwa 187 warga Palestina merenggang nyawa sejak deklarasi Presiden AS,....

BY adminEdited Thu,14 Jun 2018,10:55 AM

Al-Quds, SPNA - Lembaga Al-Quds untuk studi Israel dan Palestina melaporkan bahwa 187 warga Palestina merenggang nyawa sejak deklarasi Presiden AS, Donald Trump bahwa Al-Quds ibukota Israel.

31 korban merupakan anak-anak, 5 warga berkebutuhan khusus. 16 lainnya adalah personel anggota gerakan perlawanan, 9 lainnya gugur akibat pemboman Israel, 5 tahanan serta ilmuan Palestina, yaitu Fadi al-Batsh.

Sementara itu jumlah warga Palestina yang gugur dalam Great March of Return, selasa 30 Maret lalu mencapai 120 jiwa. Dua diantaranya adalah jurnalis dan seorang perawat bernama Razan al-Najjar yang gugur ditembak sniper Israel ketika menyelamatkan warga Gaza yang terluka.

Lembaga tersebut menambahkan jumlah warga Gaza yang gugur terbanyak berasal dari Jalur Gaza, yaitu mencapai 161 orang. Kemudian disusul provinsi Nablus sebanyak  7 orang dan Hebron 5 orang. Sementara dari provinisi Ramallah dan Jenin sebanyak 6 orang.

31 dari korban tersebut berusia dibawah 18 tahun, 19 diantaranya gugur dalam peristiwan Great March of Return.

Lembaga tersebut juga menuntut Hak Asasi Manusia dan lembaga-lembaga hukum Otoritas Palestina untuk mengadukan kejahatan Israel serta menghentikan tindak kekerasan terhadap warga Palestina.

(T.RS/S:Palinfo)

leave a reply
Posting terakhir

Sejak deklarasi Trump, IDF tangkap 150 warga Palestina

Ramallah, SPNA - Klub Tahanan Palestina, Minggu (09/12/2017) mengatakan bahwa pasukan pendudukan Israel (IDF) telah menahan sekitar 150 warga sejak Presiden AS Donald Trump mendeklarasikan Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Rabu malam.