Pengadilan terhadap istri Netanyahu akan dimulai pada 19 Juli

Yerusalem, SPNA - Avital Chen, presiden Pengadilan Yerusalem, telah menetapkan jadwal persidangan terhadap Sara Netanyahu,...

BY adminEdited Thu,28 Jun 2018,10:31 AM

Yerusalem, SPNA - Avital Chen, presiden Pengadilan Yerusalem, telah menetapkan jadwal persidangan terhadap Sara Netanyahu, yaitu pada 19 Juli mendatang, berdasarkan keputusan yang dikeluarkan pada hari Selasa (26/06/2018).

Percepatan jadwal persidangan ini telah memupuskan banyak harapan yang menginginkan persidangan tersebut digelar pasca peringatan hari raya Yahudi.

Jaksa Agung Avichai Mandelblit mengajukan dakwaan pada Kamis lalu terhadap istri perdana menteri untuk atas tuduhan penipuan dan pelanggaran terhadap kepercayaan publik.

Kondisi serupa pernah melanda mantan perdana menteri Yitzhak Rabin, dimana istrinya, Leah, menerima dakwaan, yang membuatnya memilih mengundurkan diri dari jabatannya pada tahun 1977. Sementara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tidak mempertimbangkan langkah semacam itu. Meski dakwaan itu akan merusaknya secara politis, terlebih dalam suasana saat ini, di mana ia sendiri kemungkinan akan menghadapi pengumuman dakwaan dalam beberapa bulan mendatang, atau pada awal 2019.

Jaksa menuduh bahwa sejak September 2010 hingga Maret 2013, Sara Netanyahu telah berkoordinasi dengan Wakil Direktur Kantor Perdana Menteri Israel Ezra Seidoff untuk memberikan pernyataan palsu bahwa Kediaman Perdana Menteri tidak mempekerjakan seorang juru masak.

Menurut surat dakwaan, keduanya membuat pernyataan palsu ini untuk menghindari dan mengeksploitasi peraturan yang menyatakan, "Dalam kasus di mana tidak ada juru masak yang dipekerjakan di kediaman resmi, maka diizinkan untuk memesan makanan sesuai kebutuhan."

Keduanya berharap untuk mendapatkan dana negara baik untuk juru masak di tempat tinggal dan untuk pesanan makanan yang disiapkan. Dengan cara ini, keduanya ini diduga menikmati uang negara sebesar NIS 359.000 untuk ratusan pesanan makanan siap saji.

Surat dakwaan menyatakan bahwa Ny. Netanyahu secara teratur menekan Seidoff, manajer rumah dan lainnya untuk mengadakan berbagai barang, baik yang diperbolehkan atau pun tidak menurut hukum. Akibatnya, Seidoff terkadang mendapatkan berbagai barang, seperti makanan tambahan yang disiapkan tanpa izin, meskipun telah ada penjelasan bahwa tidak ada dasar bagi negara untuk membayar barang-barang tersebut. Sara Netanyahu juga memerintahkan Seidoff, Meni Naftali dan pekerja lain untuk tidak mengungkapkan penipuan tersebut kepada orang lain.

Selanjutnya, dalam 15 kejadian, terdapat pemalsuan terhadap faktur makanan yang diperoleh dari luar untuk menghindari batasan berapa biaya pembelian makanan dari luar tersebut. Seidoff mengarahkan para koki, manajer rumah, dan sekretaris Mrs. Netanyahu untuk memalsukan faktur dalam 15 kejadian.

Sebelumnya, karena tidak cukupnya bukti, tuduhan terhadap Sara Netanyahu telah ditutup oleh Mandelblit.

Tuduhan terhadap Sara pun dikenakan kepada Seidoff Kamis lalu, ditambah pelanggaran berupa pemalsuan dokumen, dengan jumlah penipuan yang mencapai NIS 393.000.

Beberapa kasus lain terhadap Sara Netanyahu ditutup pada bulan September 2017. Meskipun ada satu dugaan penyalahgunaan dana negara untuk perawatan bagi ayahnya yang sakit, yang mungkin akan berdampak pada dakwaan ini. Namun sementara ini Sara Netanyahu hanya didakwa dalam urusan makanan.

Menanggapi dakwaan pekan lalu, pengacara Sara Netanyahu, Yossi Cohen menyebut dakwaan itu "konyol dan ganjil."

Cohen menyebut pembatasan pengeluaran untuk kediaman Perdana Menteri inkonstitusional karena disahkan oleh peraturan dan bukan oleh hukum Knesset.

Selain itu, ia mengatakan bahwa Ny. Netanyahu tidak mengetahui peraturan itu sehingga tidak ada niat jahat.

Dia mengatakan bahwa Naftali dan manajer tempat tinggal lainlah yang bertanggung jawab atas pesanan makanan yang dituduhkan, bukan Sara.

(T.RA/S: JPost)

leave a reply
Posting terakhir