Irak tuntut PBB menyelidiki sokongan AS terhadap ISIS

Baghdad, SPNA - Aliansi Nasional Irak, yang dipimpin oleh Nuri Al-Maliki, menyerukan PBB menyelidiki  peran dan dukungan AS terhadap organisasi teroris ISIS  pada tahun 2014 lalu.

BY adminEdited Wed,04 Jul 2018,12:05 PM

Baghdad, SPNA - Aliansi Nasional Irak, yang dipimpin oleh Nuri Al-Maliki, menyerukan PBB menyelidiki  peran dan dukungan AS terhadap organisasi teroris ISIS  pada tahun 2014 lalu.

Dalam pernyataannya, Selasa (03/07/2018) Maliki menjelaskan bahwa peran Washington dalam pencaplokan wilayah yang dilakukan ISIS 2014 lalu adalah intervensi  dalam urusan negara Irak.

“Tidak mengherankan jika mantan duta besar AS untuk Irak, Christopher Hill, berbicara dalam sebuah artikel yang diterbitkan baru-baru oleh situs Project Syndicat terkait dukungan AS besar-besaran untuk merusak keamanan dan stabilitas di Irak serta menggulingkan kota-kota Irak dengan tangan para teroris ISIS teroris pada tahun 2014 dalma rangka menjatuhkan Pemerintah Irak.

“Hal ini menunjukkan sejauh mana upaya AS saat itu untuk merusak citra pemerintah Irak namun AS dan sekutunya gagal merealisasikan tujuan mereka.’’

‘’Pernyataan Hill, juga menunjukkan alasan sebenarnya dibalik pelanggaran janji AS terhadap pemerintah Irak khususnya dalam kasus mempersenjatai tentara Irak, serta menghalangi suplai suku cadang terhadap alat perang, ditambah penolakan AS untuk menghancurkan kamp militer ISIS di sepanjang perbatasan Suriah dimana saat itu Irak tidak memiliki pesawat tempur, ‘’ terangnya.

Karena itu melalui pernyataan ini kami meminta masyarakat Internasional dan PBB untuk mengambil sikap tegas dan tidak membiarkan kasus ini begitu saja. PBB harus membuka penyelidikan serius untuk mengungkapkan konspirasi yang menjatuhkan sejumlah kota di Irak ke tangan ISIS serta menuntut AS bertanggung jawab atas darah warga Irak yang tumpah dan atas kekacauan yang terjadi di negara seribu satu malam tersebut.

10 Juli 2014 lalu, ISIS berhasil menguasai sebagian besar kota di Irak khususnya Mosul kota terbesar kedua setelah Baghdad. ISIS  lalu memperluas pengaruhnya ke provinsi Nineveh, Anbar, Salahuddin dan Diyala.

Kampanye militer besar-besaran yang dilakukan pemerintah Irak dengan dukungan koalisi internasional melawan ISIS berhasil membuat ISIS mundur, dimana Perdana Menteri Irak, Haidar al-Abadi pada 12 November, 2017 menyatakan bahwa perang terhadap ISIS telah berakhir.

(T.RS/S:RtArabic)

leave a reply
Posting terakhir