Tentara Israel aniaya warga Khan Al-Ahmar Palestina

Yerusalem, SPNA - Militer Israel mendorong, menjatuhkan dan memukul warga Palestina di kampung Khan Al-Ahmar. Begitulah pemandangan kemarin ....

BY adminEdited Thu,05 Jul 2018,11:01 AM

Yerusalem, SPNA - Militer Israel mendorong, menjatuhkan dan memukul warga Palestina di kampung Khan Al-Ahmar. Begitulah pemandangan kemarin (Rabu, 4/7/2018) di pemukiman warga Palestina yang mau digusur oleh militer Israel.

Radio lokal Palestina memberitakan, bahwa tentara Israel memukul dan menjatuhkan warga Palestina yang mencoba menghadang bulldozer dengan tubuh mereka.  Akibatnya beberapa penduduk terluka tatkala berjibaku dengan tentara Israel. Bahkan seorang wartawan stasiun tv ‘Audah terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Selain itu mereka juga menangkap dua aktivis yang sampai saat ini belum jelas keberadaan mereka.

Bulldozer Israel sudah mulai dikerahkan sejak pagi hari, disiapkan untuk merobohkan rumah penduduk Khan Al-Ahmar. Namun demikian, mereka tetap bertekat melakukan penghadangan, sampai Israel membatalkan proses penggusuran.

Penduduk Khan Al-Ahmar aslinya berasal dari padang pasir Nagev yang kemudian tinggal di pinggiran Yerusalem. Mereka digusur paksa dari tanah mereka oleh Israel tahun 1953.

Saat ini penduduk Khan Al-Ahmar harus berjuang hidup  tanpa listrik, air dan jaringan telekomunikasi, serta jalanan yang telah rusak. Hal tersebut disebabkan oleh ulah Israel yang sengaja menekan warga agar mereka mau meninggalkan Khan Al-Ahmar.

Khan Al-Ahmar di kelilingi oleh beberapa pemukiman Yahudi. Ia terletak dalam zona incaran Israel yang  yang ingin merealisasikan proyek perluasan wilayah yang disebut “E1”. Proyek untuk menguasai wilayah seluas 12 ribu dunma (1 dunma = 1000 meter persegi), mulai dari wilayah Yerusalem Timur sampai Laut Mati. Mereka ingin membersihkan daerah tersebut dari warga Palestina. Ini juga merupakan bagian dari rencana Israel yang ingin memisahkan Dhiffah Selatan dengan Dhiffah Tengah.

(T.HN/S:Palsawa)

leave a reply