Israel larang TV Palestina beroperasi

Yerusalem, SPNA - Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman, Senin (09/07/2018), mengumumkan larangan penyiaran terhadap saluran Al-Quds Palestina.

BY adminEdited Tue,10 Jul 2018,12:46 PM

Yerusalem, SPNA - Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman, Senin (09/07/2018), mengumumkan larangan penyiaran terhadap saluran Al-Quds Palestina.

Dalam sebuah keputusan yang ditandatangani pada 3 Juli, Lieberman mengatakan bahwa larangan itu didasarkan pada hukum anti-terorisme Israel.

Di bawah dekrit tersebut, saluran itu tidak akan disiarkan di dalam wilayah Israel

Keputusan ini tidak memberikan alasan atas pelarangan tersebut, tetapi pemerintah Israel menuduh saluran tersebut menjadi alat propaganda kelompok perlawanan Palestina Hamas.

Sementara itu, direktur saluran televisi Al Quds pada hari yang sama mengkritik keputusan Kementerian Pertahanan Israel yang menyatakan saluran tersebut sebagai organisasi teroris.

"Keputusan Israel untuk melarang media beroperasi di Yerusalem dan wilayah Israel dirancang untuk menghilangkan perspektif Palestina, yang mengekspos pelanggaran Israel terhadap hak-hak rakyat Palestina," kata sang direktur, Imad Al Afranji, seperti dikutip Yediot Aharonot.

Keputusan dibuat atas rekomendasi dari Badan Keamanan Israel (Shin Bet) dan Biro Kontra-terorisme Nasional dari Kementerian Pertahanan.

"Menurut intelijen yang andal, terkini, dan lintas batas, saluran Al Quds adalah propaganda Hamas dan merupakan platform pusat untuk menyebarkan pesan-pesan dari organisasi teroris dalam siarannya," kata kantor Menteri Pertahanan.

Keputusan untuk memasukkan media tersebut ke dalam daftar hitam saluran yang berafiliasi dengan Hamas juga mendapat kritik oleh MK Yousef Jabareen (dari kelompok Daftar Gabungan), yang menyebut langkah itu sebagai "kelanjutan dari perang salib pembungkaman oleh pemerintah sayap kanan untuk menginjak-injak kebebasan berbicara."

"Banyak orang di komunitas Arab serta anggota parlemen Arab sering memberikan wawancara ke saluran tersebut, dan apa yang kami katakan di podium Knesset, kami juga katakan di sana. Saluran ini mengekspos kejahatan pendudukan dan penderitaan rakyat Palestina," Jabareen menambahkan, seperti dikutip oleh Haaretz.

Liberman bulan lalu menandatangani sebuah perintah khusus yang mendeklarasikan "Hamad Company for Money Exchange di Gaza" sebagai organisasi teroris.

Menurut informasi yang dikumpulkan oleh Badan Keamanan Israel (Shin Bet) dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan dan pemiliknya secara signifikan dan unik membantu organisasi teroris Hamas.

Perusahaan, yang beroperasi di Gaza, berfungsi sebagai elemen kunci dalam sistem pembiayaan Hamas dan dijalankan oleh seorang senior operasi Hamas.

Informasi intelijen menunjukkan bahwa perusahaan tersebut sebenarnya "organisasi bayangan" untuk Hamas, yang mendukung dan mendanai tindakannya.

(T.RA/S: Sources)

leave a reply