80.000 Bangunan di Israel terancam ambruk akibat gempa

Tel Aviv, SPNA - Sekitar 80.000 bangunan di Israel terancam ambruk dalam menghadapi gempa bumi, ungkap Wakil Menteri Perumahan dan Konstruksi Israel Jackie Levy kepada ....

BY adminEdited Tue,10 Jul 2018,12:51 PM

Tel Aviv, SPNA - Sekitar 80.000 bangunan di Israel terancam ambruk dalam menghadapi gempa bumi, ungkap Wakil Menteri Perumahan dan Konstruksi Israel Jackie Levy kepada The Jerusalem Post pada Senin (09/07/2018).

Levy mengeluarkan pernyataan mengenai pentingnya masalah ini, setelah wilayah utara Israel mengalami puluhan gempa bumi selama beberapa hari terakhir.

Levy mengimbuhkan, ia telah mengupayakan langkah untuk menghadapai masalah ini selama beberapa tahun, dan kementeriannya telah menganggarkan dana sebesar NIS 60 juta setiap tahun dalam tiga tahun terakhir, guna memperkuat bangunan, namun angka tersebut ibarat "setetes air di lautan."

"Hal ini membutuhkan solusi sistemik - rencana nasional," katanya, dan bahwa kementeriannya telah menyusun rencana lima tahun yang ia harap akan segera disetujui.

Rencananya, kementeriannya akan bekerjasama dengan Kementerian Keuangan, membutuhkan anggaran sebesar NIS 250 juta setiap tahun selama lima tahun - yang hanya yang dianggarkan bagi rumah-rumah yang terletak di Great Rift Valley, zona dengan risiko tertinggi.

Selain itu, rumah penduduk yang berada di daerah berisiko rendah juga perlu diperkuat.

Semua bangunan yang didirikan sebelum 1984 tidak dibangun sesuai standar ketahanan gempa yang diberlakukan tahun itu.

"Ada banyak struktur lama yang hanya akan runtuh seperti menara kartu selama gempa bumi," kata Levy.

"Di setiap platform, saya menuntut pemerintah Israel membuka mata dan menginternalisasi bahwa gempa ini adalah bom waktu, dan harus menginvestasikan sumber daya yang cukup untuk mencegah bencana."

"Pemerintah harus berhenti untuk takut mengeluarkan dana besar dan terus meningkatkan anggarannya, karena skala gempa akan terus meningkat dengan kecepatan yang memusingkan," ungkap Levy.

Levy percaya bahwa rangkaian gempa bumi saat ini akan memacu para pengambil keputusan untuk bertindak. "Semua orang setuju (bahwa gempa besar) akan terjadi, dan itu hanya masalah waktu," kata Levy. “Ini adalah ancaman keamanan terbesar bagi Israel. Jadi saya mengajak semua orang untuk mengerti bahwa kita tidak bisa menunggu."

Gempa tidak akan datang dengan resolusi pemerintah, namun akan mengejutkan semua orang - dan untuk hal ini, kami tidak siap. ”

Dia menambahkan bahwa daripada sampai ke situasi di mana negara mengalami kegagalan besar, maka "kita harus mulai menghadapinya hari ini untuk mencegah penderitaan besok."

Kementerian Pertahanan, bersama dengan pembentukan keamanan dan Otoritas Darurat Nasional, akan mengadakan pertemuan darurat pada hari Kamis untuk membahas masalah ini.

(T.RA/S: JPost)

leave a reply