Mulai bulan depan, UNRWA hentikan sebagian layanannya di Jalur Gaza

Jalur Gaza, SPNA - Juru bicara resmi UNRWA, Sami Musya’sya’ menyatakan bahwa UNRWA  akan menghentikan sejumlah layanan di Jalur Gaza dan akan fokus dengan operasional  ....

BY adminEdited Wed,11 Jul 2018,09:42 AM

Jalur Gaza, SPNA - Juru bicara resmi UNRWA, Sami Musya’sya’ menyatakan bahwa UNRWA  akan menghentikan sejumlah layanan di Jalur Gaza dan akan fokus dengan operasional  di Tepi Barat yang diduduki.

Dalam keteragan yang dirilis Palinfo, Rabu (11/07/2018) Musya’sya’ mengatakan bahwa UNRWA berhasil mengumpulkan donasi  serta mengurangi defisit anggaran dari  446 Juta Dolar menjadi  217 juta Dolar.

“Bagaimanapun, defisit keuangan yang saat ini mencapai  217  Juta Dolar adalah yang terbesar sejak UNRWA didirikan dan kami tidak boleh menyembunyikan hal ini,  ‘’ terangnya.

“Bulan-bulan mendatang sangat penting bagi UNRWA.  Badan ini memiliki pendekatan yang jelas untuk mendapatkan donasi yang dibutuhkan. ‘’

Musya’sya’ menegaskan bahwa UNRWA telah melakukan upaya-upaya untuk mempertahankan mandatnya serta melawan keputusan pemerintah AS yang mengurangi sumbangannya terhadap lembaga tersebut.

“Kami akan terus melayani para pengungsi Palestina dan memberikan perlindungan kepada mereka sampai masalah mereka dapat diselesaikan secara adil. ‘’

UNRWA Berhenti beroperasi di Gaza namun memperluas kinerjanya di Tepi Barat

Musya’sya’ juga menjelaskan bahwa UNRWA akan menghentikan beberapa layanannya di Jalur Gaza, terutama pada program kesehatan untuk puluhan ribu siswa di sektor tersebut.

Beberapa pegawai akan dipertahankan di posisinya sementara yang lain akan beralih ke sistem kerja parsial.

Sebagai gantinya, UNRWA akan memperluas layanannya di Tepi Barat walalupun dengan beberapa perubahan pada anggaran, meskipun lembaga tersebut sepenuhnya bergantung terhadap donasi Amerika Serikat.

Mengenai isu terkait penerimaan setengah juta siswa Palestina di sekolah-sekolah UNRWA tahun ajaran 2018-2019, Musya’sya’ menegaskan bahwa Komisaris Jenderal UNRWA akan membuat keputusan penting ini dan membuka tahun ajaran di awal Agustus mendatang.

Musya’sya’ juga  memperingatkan agar tidak membuat isu-isu jahat terkait masa depan UNRWA serta menegaskan bahwa lembaga tersebut masih memberikan layanan terhadap pengungsi Palestina.

Sebelumnya, persatuan pegawai UNRWA mengumukan Selasa, (10/07/2018)  bahwa mereka telah menerima informasi mengejutkan dari direktur operasi UNRWA, mengenai penghentian layanan terhadap seluruh pengungsi Palestina.

Agensi Pekerjaan dan Pemulihan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat, (UNRWA) didirikan tahun 1949 untuk melayani pengungsi Palestina.

Lembaga yang melayani 5 juta pengungsi Palestina tersebut mengalami krisis keuangan setelah pemerintah AS sebagai donator utama memutus sebagian donasinya.

(T.RS/S:Palinfo)

leave a reply