Abbas bertemu Raja Yordania untuk bahas masalah Palestina

Ramallah, SPNA - Pihak berwenang Palestina mengatakan bahwa Presiden Mahmoud Abbas akan mengadakan pertemuan puncak dengan Raja Yordania Abdullah II di Amman pada Rabu mendatang.

BY adminEdited Tue,07 Aug 2018,11:49 AM

Ramallah, SPNA - Pihak berwenang Palestina mengatakan bahwa Presiden Mahmoud Abbas akan mengadakan pertemuan puncak dengan Raja Yordania Abdullah II di Amman pada Rabu mendatang.

Pengumuman itu dibuat pada hari Senin (06/08/2018) oleh Saeb Erekat, sekretaris jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), dalam pernyataannya kepada stasiun radio resmi Palestina Voice of Palestine, kantor berita Xinhua melaporkan.

Pertemuan itu adalah bagian dari konsultasi yang sedang berlangsung antara Abbas dan Raja Abdullah II, kata Erekat.

Kedua pemimpin akan membahas perkembangan terbaru, termasuk kemungkinan gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang ditengahi Mesir, dan bantuan kemanusiaan ke Gaza, awal dari implementasi "Deal of the Century" AS yang ditolak oleh Palestina.

Abbas akan "mengadakan lebih banyak kontak dengan negara-negara Arab untuk mengkonsolidasikan posisi Arab Palestina, menolak langkah-langkah Presiden AS Donald Trump terhadap Palestina," kata pejabat senior PLO tersebut.

Dia juga mendesak Hamas untuk menerima rekonsiliasi nasional dan mengizinkan pemerintah persatuan Palestina untuk mengambil alih Gaza.

"Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan menggunakan kesempatan ini untuk menerapkan 'Deal of the Century’ AS," Erekat memperingatkan.

Lebih dari satu perjanjian mengenai rekonsiliasi nasional Palestina telah dicapai di bawah dukungan Arab Saudi, Qatar dan Mesir, tetapi tidak satu pun dari perjanjian tersebut mencapai terobosan nyata untuk mengakhiri masalah ini karena Hamas menguasai wilayah pesisir tersebut pada 2007.

Otoritas Palestina telah memboikot pemerintahan Trump sejak dia mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan memindahkan kedutaan AS ke kota suci yang disengketakan tersebut.

PLO telah berulang kali menuduh "Deal of the Century" jauh dari aspirasi Palestina untuk perdamaian abadi dan keadilan di wilayah tersebut.

(T.RA/S: Forever News)

leave a reply