Untuk kedua kalinya presiden Prancis batalkan kunjungan ke Israel

Paris, SPNA - Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mengambil keputusan yang sangat tidak biasa yaitu membatalkan perjalanan ke Israel untuk kedua kalinya.

BY adminEdited Thu,09 Aug 2018,11:17 AM

Paris, SPNA - Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mengambil keputusan yang sangat tidak biasa yaitu membatalkan perjalanan ke Israel untuk kedua kalinya.

Tahun lalu Macron mengatakan, ia telah merencanakan untuk mengunjungi Israel dan Otoritas Palestina di musim semi 2018 guna menyuarakan dukungan Prancis terhadap kelanjutan proses perdamaian Israel-Palestina. Perjalanan itu ditunda hingga November namun sumber-sumber di Israel melaporkan bahwa perjalanan yang dijadwalkan ulang kembali ditunda tanpa batas waktu yang jelas.

Kegagalan Paris untuk memberikan penjelasan atas pembatalan tersebut telah menyebabkan banyak orang berspekulasi mengenai alasan dibalik itu. Beberapa mengatakan bahwa kontroversi yang sedang berlangsung seputar insiden di mana pengawal Macron difilmkan menyerang pengunjuk rasa saat May Day adalah alasan pembatalan.

Ada kemungkinan juga bahwa keputusan Macron akibat bentrokan di Gaza dan RUU Negara Bangsa Yahudi yang kontroversial.

Sekitar 155 warga Palestina telah ditembak dan dibunuh oleh pasukan pendudukan Israel setelah mereka mengambil bagian dalam unjuk rasa "Great March of Return" di Jalur Gaza. Pembunuhan tersebut dikutuk secara luas di seluruh dunia. Macron menyuarakan penentangannya terhadap agresi Israel yang mengatakan bahwa pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem memicu kekerasan mematikan di Gaza dan itu tidak mendorong perdamaian.

Ada kemungkinan juga bahwa Prancis memutuskan untuk tidak melakukan perjalanan ke Israel sebagai protes terhadap RUU Negara Bangsa Yahudi, yang oleh para kritikus dikatakan melembagakan apartheid. Pertemuannya dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Israel pada saat ini akan menjadi tanda bahwa Prancis mendukung rasisme dan diskriminasi.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply